Sabtu, 19 September 2015

Ribuan Massa Kembali Kepung Istana Desak Mandat Jokowi-JK Dicabut dan Kabinet Dibubarkan



Posted by Onlineindo News / Berita, Nasional
Mahasiswa, Pemuda, Pedagang Kaki lima dan buruh kembali mengepung istana. Aksi turun ke jalan yang secara konsisten setiap minggu dilakukan itu diakui terus mendapatkan simpati dan apresiasi banyak kalangan
“Indikasi tersebut dapat dilihat bahwa setiap kali aksi jumlah massa selalu bertambah hal ini mengisyaratkan bahwa ketidakpuasan masyarakat terhadap rezim pencitraan jokowi-jk makin marak. Pemerintahan Jokowi-jk dianggap gagal memimpin bangsa dan mengingkari akan janji-janji kampanyenya,” ungkap Beni Pramula Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DPP IMM yang sekaligus Presidium Aliansi Tarik Mandat, Jum’at (18/9)
“ Aksi kami ini adalah kelanjutan dari aksi-aksi kami sebelumnya yang secara konsisten kami lakukan hampir setiap minggu dan kami tidak akan berhenti hingga adanya perubahan mendasar dinegeri ini. kami dari aliansi tarik mandat dan Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia dengan berbagai elemen pemuda, mahasiswa dan masyarakat lagi lagi turun ke jalan menyeru kepada rezim jokowi untuk segera turun dari kursi jabatannya, karena sudah gagal mensejahterakan Rakyat dan kami telah melalui diskusi serta kajian yang panjang menilai jokowi-JK sudah tidak mampu lagi memimpin indonesia,” lanjut Beni.
Masalah mendasar bangsa kita hari ini, menurut Beni, adalah kepemimpinan nasional yang lemah, kehikangan orientasi dan tidak mampu memenejerial kepemimpinan dibawahnya. Akibat dari sentimen ekonomi mengenai pelemahan rupiah yang tidak mampu diantipasi oleh pemerintah dengan strategi konkrit dalam mengatasi problem ekonomi bangsa.

“Sebagaimana kita tahu bahwa akhir pekan ini menurut data yang kami dapatkan bahwa angka kemiskinan semakin meningkat. Karena rilis data kemiskinan kemarin, pagi ini rupiah paling lemah, sedangkan yang lain menguat seperti yen Jepang, dolar Hong Kong, dolar Singapura.” Katanya.
Beni menjelaskan : “Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin periode Maret 2015 sebanyak 28,59 juta jiwa baik di perkotaan maupun di pedesaan. Jika dibanding periode September 2014, angka penduduk miskin tersebut bertambah 860 ribu juwa. Pada Maret 2014 lalu, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 27,73 juta orang. Dari meningkatnya angka kemiskinan, membuat masyarakat menahan niat untuk berbelanja sehingga mengurangi nilai transaksi. Dampaknya, peningkatan angka kemiskinan tersebut menjadi sentimen negatif bagi para pelaku pasar dan pelaku usaha”
Selain ekonomi, Jokowi-JK juga dinilai gagal membangun negara Indonesia sebagai negara hukum. Hukum tajam kebawah tumpul keatas. Tunduk terhadap kekuasaan dan elit politik. KPK semakin lemah, Kewenangan Polri mengusut kasus korupsi juga dilemahkan. Jokowi JK tak memiliki leadership yang kuat, negara Indonesia bukan lagi negara autopilot, tapi negara multipilot. Presiden Jokowi tak mampu melepaskan diri dari kepentingan elit politik dan korporat.
“Inilah hasil dari politik liberal, yang tak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945,” lanjutnya.
Karena itu Aliansi Tarik Mandat dan Solidaritas Nasional Pembebasan Indonesia menyerukan kepada rezim Jokowi-Jk menerima tuntutan kami Sebagai berikut:
1. Turunkan Jokowi-Jk.
2. Bubarkan Kabinet yang tidak becus mengurus Negara
3. Segera Reformasi Jilid II
4. Tolak sistem Liberal, turunkan harga, hentikan PHK, dan Luruskan Kiblat Bangsa, Yaitu UUD 1945 dan Pancasila,”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar