Fajar
Nugraha
Manila:
Militer Filipina saat ini berharap bahwa operasi untuk memburu militan Abu
Sayyaf bisa memaksa kelompok itu membebaskan sandera. 14 warga negara Indonesia
(WNI) juga turut disandera oleh Abu Sayyaf.
Tetapi, Juru Bicara Militer Filipina Restituo Padilla Jr memperingatkan bahwa
kelompok militan itu tidak akan menyerahkan sandera dari negara Barat. Ini
termasuk warga Kanada, Robert Hall. "Saya kira mereka mengkategorikan
sandera berdasarkan kewarganegaraan. Terutama warga Kanada dan Norwegia yang
mereka lebih berharga, dibandingkan warga lain yang ditahan," ujar
Padilla, seperti dikutip CBC, Sabtu
(30/4/2016). Padilla sangat berharap bahwa sandera akan dibebaskan saat militer
Filipina melanjutkan tekanan kepada pihak militan.
"Kami liat pasukan yang dikerahkan selama hampir sepekan, memaksa mereka untuk membebaskan sandera agar lebih mudah melakukan pergerakan," imbuh Padilla.
Selain itu, Padilla menambahkan bahwa militer telah beroperasi di wilayah selatan Filipina di wilayah yang diduga militan Abu Sayyaf menahan para sandera. Ini termasuk Robert Hall.
Hall diculik pada September 2015 bersama dengan warga Kanada lainnya John Ridsdel dan warga Norwegia Kjartan Sekkingstad. Selain itu seorang warga Filipina bernama Marites Flor, juga disandera.
Para penyandera mendesak uang tebusan sekitar US8,3 juta untuk setiap kepala. Namun Senin 25 April, John Ridsdel dieksekusi oleh Abu Sayyaf dan potongan kepalanya ditemukan oleh warga.
"Meskipun operasi terus berlanjut, kami menyadari adanya bahaya. Mungkin saja para penculik membunuh seluruh sandera daripada membebaskannya," pungkas Padilla.
"Kami liat pasukan yang dikerahkan selama hampir sepekan, memaksa mereka untuk membebaskan sandera agar lebih mudah melakukan pergerakan," imbuh Padilla.
Selain itu, Padilla menambahkan bahwa militer telah beroperasi di wilayah selatan Filipina di wilayah yang diduga militan Abu Sayyaf menahan para sandera. Ini termasuk Robert Hall.
Hall diculik pada September 2015 bersama dengan warga Kanada lainnya John Ridsdel dan warga Norwegia Kjartan Sekkingstad. Selain itu seorang warga Filipina bernama Marites Flor, juga disandera.
Para penyandera mendesak uang tebusan sekitar US8,3 juta untuk setiap kepala. Namun Senin 25 April, John Ridsdel dieksekusi oleh Abu Sayyaf dan potongan kepalanya ditemukan oleh warga.
"Meskipun operasi terus berlanjut, kami menyadari adanya bahaya. Mungkin saja para penculik membunuh seluruh sandera daripada membebaskannya," pungkas Padilla.
"Tetapi kami tetap mengutamakan keselamatan dari para sandera," tegasnya.
Sekitar 14 WNI turut disandera oleh Abu Sayyaf. Pihak Indonesia pun sudah menawarkan bantuan kepada Filipina.
Tawaran dari Indonesia ditolak oleh militer Filipina. Padilla mengatakan, "Ada banyak tawaran bantuan, tetapi untuk saat ini militer Filipina bisa mengatasi sendiri".
"Kekuatan militer penuh tengah diterapkan, termasuk dari angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, marinir serta penjaga pantai. Operasi ini sangat menantang, tetapi kami yakin bisa mengatasinya," ucap Padilla. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tengah menyiapkan pasukan untuk menyelamatkan warga Indonesia yang disandera Kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. TNI tinggal menunggu instruksi dari Presiden Joko Widodo.
Pada Jumat 29 April, Gatot menjelaskan, dalam waktu dekat 14 WNI yang disandera dapat dibebaskan. Jalur diplomasi juga telah ditempuh oleh pemerintah Indonesia dan Filipina.
Selain itu, ia menyebut, secara psikologis perjuangan yang diambil pihak Abu Sayyaf merupakan perjuangan muslim. Dengan semakin dekatnya Ramadan, Gatot berharap, kelompok Abu Sayyaf dapat segera sadar dan membebaskan para tahanan.
Saat ini ada 14 orang disandera oleh kelompok tersebut, sebelumnya hanya 12 orang. Bertambahnya sandera tersebut karena kapal tunda Henry dan kapal Tongkang Cristi juga dibajak.
Kapal tersebut dibajak dalam perjalanan kembali ke Cepu, Filipina menuju Tarakan, Kalimantan Utara, Indonesia pada 15 April 2016. Kedua kapal tersebut memuat 10 ABK juga merupakan WNI.
Beruntung lima di antaranya berhasil menyelamatkan diri dan meminta bantuan pihak keamanan Malaysia namun satu orang tertembak tetapi masih bisa diselamatkan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar