Andi Nur
Aminah – Republika.co.id
YOGYAKARTA
-- Tebing Sungai Code yang berada di RT 29 RW 7 Kampung Jogoyudan Gowongan
Jetis Yogyakarta longsor. Akibatnya satu rumah kehilangan ruangan dan empat
rumah di sekitarnya retak.
"Kejadiannya
sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, tanda-tanda longsor sudah terjadi sejak
semalam. Talud yang ada di tebing semakin retak dan akhirnya longsor,"
kata Camat Jetis Ananta Wibowo di Yogyakarta, Jumat (1/4).
Tebing
Sungai Code yang longsor memiliki panjang sekitar tiga meter dengan ketinggian
10 meter dan sudut kecuraman hampir tegak lurus. Namun, talud yang ada di sisi
selatan tebing yang longsor juga retak sehingga mengancam empat rumah di
atasnya.
Ananta
menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena tidak ada
penghuni rumah yang sedang berada di bagian rumah yang ikut longsor. Ruangan
yang ikut longsor selama ini hanya digunakan sebagai gudang.
Pihaknya
sudah meminta penghuni rumah yang terdampak longsor untuk segera melakukan
evakuasi karena kondisi masih cukup mengkhawatirkan dan retakan di dalam rumah
semakin besar. "Lokasi yang longsor ini dulunya tumpukan sampah sehingga
tanah yang ada di tempat tersebut labil," katanya.
Dia
memperkirakan longsor di picu hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta dua
hari lalu. Kondisi tebing yang mengalami longsor masih belum stabil karena ada
saluran air yang terus menerus mengeluarkan air sehingga tanah ikut tergerus.
Kejadian tersebut juga menarik perhatian masyarakat yang ingin menyaksikannya
dari Jembatan Gondolayu.
Pemilik
rumah yang mengalami kerusakan paling parah, Indrawati (68) mengatakan, tidak
ada orang di ruangan yang ikut longsor. "Hanya dipakai untuk menyimpan
barang-barang saja. Semuanya ikut longsor ke sungai," katanya.
Untuk
sementara, lokasi rumah yang terdampak longsor diberi garis pengaman dari
kepolisian dan pemilik mulai memindahkan barang-barang di dalam rumah agar
lebih aman.
Sementara
itu, Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana
Wilayah Kota Yogyakarta Aki Lukman mengatakan, baru bisa melakukan pendataan
terhadap kerusakan yang ada.
"Secara
teknis, kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perbaikan tebing karena
kemiringannya hampir tegak lurus," katanya.
Dia hanya
menyarankan agar segera diberi terpal untuk mengamankan tebing agar tidak
semakin tergerus jika hujan turun. Selain di selatan Jembatan Gondolayu,
kejadian serupa juga terjadi di tebing Sungai Code yang berada di sisi utara
Jembatan Sardjito serta tebing longsor di Sungai Winongo. Aki mengaku tidak
menyangka jika akan terjadi longsor di tiga titik tersebut.
"Kami
hanya bisa menyampaikan surat ke Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO)
sebagai instansi yang berwenang untuk menangani sungai," katanya.
Beberapa
kerusakan infrastruktur, khususnya talud sungai juga terjadi beberapa pekan
sebelumnya di sembilan titik di Sungai Code dan Winongo."Kami baru selesai
melakukan revisi perencanaan penanganannya untuk kemudian diajukan ke lelang.
Prosesnya memang cukup lama karena tidak menggunakan dana tak terduga.
Masyarakat perlu bersabar," katanya.
Sumber :
Antara http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/16/04/01/o4xzf6384-tebing-sungai-code-longsor-lima-rumah-retak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar