"Saya yakin presiden bisa mengambil jarak yang sama terhadap semua parpol. Itu semua didasarkan pada kepentingan stabilitas pemerintah. Tentu presiden butuh dukungan (dari parpol)," ujar Dadang, Rabu (11/5).
Menurut Dadang, terlalu berlebihan kalau presiden disebut mendukung Setnov karena khawatir pemerintah tak mendapat dukungan dari Golkar jika calon lain terpilih.
"Saya percaya presiden memiliki integritas. Enggak mungkin presiden berpikiran kepentingan pilpres, tetapi mengorbankan kepentingan yang lebih besar, yaitu pemimpin yang punya integritas," ujarnya.
Dadang menilai, polemik yang terjadi di tubuh Golkar lebih merupakan persoalan internal. Karenanya, peserta Munaslub Golkar yang mampu menjawabnya. "Jadi, kita (pihak-pihak di luar Golkar) termasuk presiden tidak bisa ikut campur," ujar Dadang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar