Kaum pergerakan diserukan untuk mengkonsolidasikan
barisan perlawanan terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Sepuluh bulan memimpin
Jokowi-JK terbukti telah gagal mengemban amanah rakyat.
”Kami mengajak kaum muda pergerakan
dari berbagai elemen untuk mengkonsolidasikan barisan meminta Jokowi-JK mundur
sekarang juga, dan segera bentuk pemerintahan sementara demokratik yang pro
rakyat,” seru Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP
GPII), Karman BM, Selasa (8/9).
Menurut dia, situasi ekonomi yang
tidak menentu dengan ditandai rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar
merupakan salah satu contoh bagaimana pemerintah saat ini gagal mengurus negara
dan rakyat. Beban hidup rakyat terutama ekonomi kelas bawah malah bertambah,
sementara PHK buruh terjadi dimana-mana.
“Ini akibat tidak menentunya arah
kebijakan Jokowi-JK,” tekannya.
Selain itu, lemahnya kepemimpinan
Jokowi-JK juga menjadi penyebab. Kelemahan kepemimpinan Jokowi-JK ditandai
dengan gaduhnya kabinet. Satu menteri dengan menteri lain saling sikat, nampak
saling rebutan lapak dan proyek.
“Di tengah situasi seperti ini
kenapa partai politik dan DPR tak berfungsi. Malah diperparah dengan kunjungan
pimpinan DPR ber selfi ria di kampanye capres negara lain. Di saat partai
politik tak bisa diharapkan, maka masyarakat sipil lah yang harus bergerak,”
tukasnya.[dem]
Laporan: Ade Mulyana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar