Kamis, 31 Maret 2016

Ahok Masih Dapat Dikalahkan di Pilgub DKI



Menurut Yunarto, Ahok elektabilitasnya dapat turun serta mudah dikalahkan apabila ada faktor yang masih menjadi permasalahan Ahok saat ini, diantaranya dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi lahan Rumah Sakit Sumber Waras. (baca selengkapnya klik disini : http://www.posmetro.info/2016/01/terbongkar-ternyata-ahok-sendiri-yang.html?m=1 )
BPK : Dalam temuannya, BPK menyebut Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalah dalam pembelian lahan 3,6 hektare RS Sumber Waras sebesar Rp 755 Miliar.

Menurut BPK, dalam proses pembelian lahan tersebut setidaknya terdapat enam penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan.

Poin yang menurut BPK paling fatal adalah terkait Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) RS Sumber Waras yang mencapai Rp 20.755.000 per meter. 

Padahal versi BPK, seharusnya NJOP untuk tanah yang berlokasi di jalan Tomang Utara itu hanya Rp 7.440.000.

"Kalau Ahok terbukti di Sumber Waras itu bisa menjadi faktor X yang menjatuhkan Ahok," tandasnya.

Arie Dwi Satrio – news.0kezone.com


JAKARTA - Direktur lembaga survei Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih sangat mungkin untuk dikalahkan lawannya di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.
"Ahok masih mungkin bisa dikalahkan itu saya setuju," ujar Yunarto di kantornya Jalan Cisanggiri 3, Nomor 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (30/3/2016).
Hasil survei yang dilakukan oleh Charta Politika menunjukkan, Ahok masih mempunyai lawan terberat diantaranya adalah Yusril Ihza Mahendra, Tri Rismaharini, Sandiaga Uno, dan yang lainnya.
Menurut Yunarto, Ahok elektabilitasnya dapat turun serta mudah dikalahkan apabila ada faktor yang masih menjadi permasalahan Ahok saat ini, diantaranya dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi lahan Rumah Sakit Sumber Waras.
"Kalau Ahok terbukti di Sumber Waras itu bisa menjadi faktor X yang menjatuhkan Ahok," tandasnya.

Inilah Proses Sertifikasi Guru Tahun 2016, Baca dengan Teliti, WAKTU TERBATAS!



Sang Pengajar.com

Mekanisme sertifikasi guru tahun 2016 mulai disosialisasikan kembali. Informasi mengenai proses sertifikasi ini sudah ditunggu oleh banyak guru. Waktu yang sangat terbatas dalam proses sertifikasi guru tahun 2016 mesti menjadi perhatian para guru dalam mempersiapkan semua berkas yang diperlukan.


Proses sertifikasi guru tahun 2016 dipaparkan sebagai berikut:
  • Proses sertifikasi guru tahun 2016 menggunakan pola Penilaian Portofolio (PF), Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dan Sertifikasi Guru Pendidikan Profesi Guru (SG-PPG).
  • Sertifikasi Pola PF dan PLPG hanya bisa diikuti guru yang mempunyai TMT pertama menjadi guru paling akhir tanggal 30Desember 2005. Sedangkan yang TMT menjadi gurunya tahun 2006 s.d 2015 harus mengikuti pola SG-PPG.
  • Guru PNS sudah bersertifikat pendidik yang dimutasikan dalam rangka pelaksanaan SKB 5 menteri (tentang penataan dan pemerataan guru) dan yang memerlukan penyesuaian akibat perubahan kurikulum, bisa mengikuti sertifikasi kedua dengan pola PF atau PLPG.
  • Sertifikasi guru tahun 2016 mensyaratkan nilai UKG yang dilaksanakan tahun 2015 dengan nilai minimal 55.
  • Daftar bakal calon peserta akan ditampilkan secara online di web Direktorat Jenderal GTK mulai akhir maret atau awal april 2016.
  • Batas akhir verifikasi calon peserta sertifikasi guru tahun 2016 adalah 8 April 2016.
  • Sertifikasi pola SG-PPG berbeda dengan konsep pola PPGJ yang diwacanakan tahun 2015, disebabkan adanya perubahan kebijakan birokrasi di pusat. Di mana pola SG-PPG sudah diinformasikan pada saat rakor harus dibiayai secara mendiri oleh peserta, namun besarnya nominal dan mekanisme pembayarannya belum selesai dibahas di tingkat pusat. Untuk itu diminta semua yang berkepentingan bersabar menunggu kepastian dan selalu mengikuti perkembangan informasi.
Demikian informasi mengenai proses sertifikasi tahun 2016. Semoga bermanfaat! 

PKS: Gampang Tumbangkan Ahok



Publik : Ketika minoritas sedang berupaya mempecundangi mayoritas dengan segala cara, mumpun minoritas diberi kesempatan berperan, kaum mayoritas seperti di Singapura dan Malaysia sudah terpinggirkan oleh kelihaian minoritas, dan sepertinya giliran Indonesia akan menerima kenyataan ini, kaum mayoritasnya DKI akan terpinggirkan jika hal ini hanya dijawab dengan teori tanpa action yang kongrit.

Semula Ahok menolak Parpol dengan alasan harus bayar maharnya, sekarang ada konspirasi yang mengatakan Parpol bersatu melawan Ahok padahal Ahok didukung oleh 2 parpol meskipun Ahok tetap maju dengan Independen. Artinya Konspirasi itu batal dengan dukungan 2 Parpol ke Ahok.



Qur'anul Hidayat - Rabu, 30 Maret 2016 - 18:15 wib

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid tak gentar dengan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diklaim susah untuk disaingi. Menurutnya, ruang untuk 'menumbangkan' Ahok terbuka lebar.
"Siapa bilang elektabilitas tidak bisa ditandingi, Ahok ini kan 43 persen, jadi artinya 57 persen tidak milih diakan? Ini kan sama seperti elektabiltas yang dimiliki Pak Foke saat 2012," sebut pria yang disapa HNW itu di JCC, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Meski menegaskan, bahwa pihaknya tak akan mendukung calon independen, HNW menyebut dirinya tak akan menjadikan mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai musuh bersama atau common enemy.
"Wacana calon independen terus, kemudian seolah-olah bersatu melawan Ahok menjadi musuh bersama, ya enggaklah. Kita berkompetensi secara sehat saja, dalam ruangan demokrasi," kata dia.
Dia menegaskan, bahwa demokrasi memberikan ruang untuk siapapun maju secara independen. Meski begitu, tak benar jika partai lainnya langsung bersatu padu untuk menumbangkan Ahok. Malahan yang terjadi menurut HNW adalah sebaliknya.
"Jadi, kami tidak setuju adanya common enemy kemudian bersatu melawan Ahok. Inikan sudah dua partai yang mendukung Ahok, jadi batal itu teori konspirasi yang mengatakan parpol bersatu melawan Ahok, yang terjadi kan Ahok yang meninggalkan partai politik, jadi jangan dibalik, partai politik melawan Ahok," sindirnya.


Leonardo DiCaprio Terancam Dideportasi dari Indonesia


Ismail Lazarde – Republik.co.id
Aktor Hollywood Leonardo DiCaprio terancam dideportasi dari Indonesia. Pemain film Titanic ini dinilai melakukan kampanye hitam (black campaign) terhadap perkebunan kelapa sawit Aceh ketika berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh, Ahad (27/3) lalu.

“Kalau ada pernyataan yang mendiskreditkan pemerintah maupun kepentingan Indonesia, dia bisa dideportasi. Karena dia sedang berada di Indonesia, Imigrasi punya hak mendeportasinya,” ujar Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Ronny F Sompie di Jakarta, kemarin.
Menurut Ronny, proses deportasi sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepada Ditjen Imigrasi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.
Ronny menuturkan, jajaran Ditjen Imigrasi akan terus memantau keberadaan Leonardo DiCaprio selama berada di Indonesia. Sebab, dalam visa yang diajukannya, dia hanya akan melakukan kunjungan wisata.
“Sehingga kalau dia berada di Indonesia untuk keperluan lain, dengan melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum maupun mengganggu kepentingan Indonesia, maka Imigrasi siap mendeportasi,” tegas Ronny.
Informasi yang dia terima, rombongan Leonardo tiba di Bandara Kualanamu dari Jepang, Sabtu (26/3) pukul 06.45 WIB dengan menggunakan pesawat jet pribadi. Pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan terbang ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) menggunakan helikopter.
Hari itu pula, Leonardo kembali ke Medan dan menginap di Hotel JW Marriott. Kemudian sekitar pukul 17.05 WIB, rombongan berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Palau. “Sekarang informasi yang saya terima dia sudah berada di Jakarta,” tutur Ronny.
Diketahui, dalam catatan perjalanannya yang diunggah di akun instagramnya, Leo menyatakan kekecewaannya terhadap sejumlah hewan yang terancam punah habibatnya, salah satunya gajah Sumatera.
Leo menuding ekspansi perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab rusaknya ekosistem hutan yang juga menjadi sumber rantai makanan hewan-hewan langka seperti Gajah Sumatera.
“Di belantara ini jalur migrasi kuno gajah masih digunakan gajah-gajah liar. Namun, perluasan perkebunan kepala sawit telah memotong-motong jalur tersebut, sehingga keluarga gajah mengalami kesulitan menemukan sumber makanan dan minuman yang cukup,” tulis pemeran Hugh Glass dalam film The Revenant itu.
Pernyataan Leonardo tentang ekspansi sawit mendapat protes dari pengusaha sawit asal Aceh, Asmar Arsyad.
“Leonardo salah sasaran. Mestinya dia kampanye pelestarian lingkungan di hutan Amazon yang habis untuk perkebunan minyak nabati kedelai,” kata Asmar.
Anggota Komisi IV DPR Firman Subagyo pun menyatakan, kedatangan Leonardo DiCaprio ada maksud lain selain kepentingan kelestarian lingkungan. “Sasarannya jelas. Pasti dia akan menembak perkebunan kelapa sawit dengan membungkusnya soal lingkungan,” ujar Firman.
Firman pun meyakini kedatangan Leonardo difasilitasi LSM-LSM berkedok lingkungan yang selama ini merongrong kedaulatan Indonesia.
“Oleh karena itu, saya sampaikan kepada Kepala BIN dan Kapolri untuk menindak tegas terhadap kelompok-kelompok tersebut. Saya minta (Ditjen) Imigrasi untuk mendeportasi Leonardo apabila dia terbukti melakukan black campaign sawit kita,” ujar Firman.


Rabu, 30 Maret 2016

Golkar Pun Ogah Usung Ahok



JPNN.COM

Partai Golkar DKI Jakarta menyatakan sudah mulai menggelar survei internal untuk memilih figur terbaik yang akan dicalonkan dalam Pilgub 2017.
Survei ini merupaan bagian dari proses penjaringan calon oleh partai berlambang pohon beringin itu.
"Prosesnya saat ini masih terus berlangsung. Kita harapkan segera bisa mengerucut," ungkap Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur Partai Golkar DKI Jakarta Ashraf Ali, Rabu (30/3).
Ashraf menegaskan, apa yang dilakukan Golkar adalah mencari figur yang benar-benar dapat memperbaiki kondisi Jakarta di masa depan agar semakin baik. "Kami mohon doa dari seluruh warga," pinta dia.

Sementara Wakil Ketua DPD I Partai Golkar DKI Rudin Akbar Lubis pastikan bahwa Gubernur Basuki T Purnama tidak menjadi objek survei partainya.
”Mengapa Partai Golkar tidak mendukung incumbent, karena kita menghormati pilihan dia melalui jalur independen,” tegas dia.
Terkait koalisi, kata dia, Partai Golkar DKI hanya memiliki 9 kursi di DPRD DKI Jakarta, sehingga koalisi menjadi suatu keharusan.
”Kita hanya memiliki sembilan kursi di DPRD, jadi hanya bisa mencalonkan wakil gubernur. Karena itu, kita bisa berkoalisi dengan Partai Gerindra atau juga dengan PDIP,” tutur Rudin.
Menurut Rudin, koalisi bisa menghantar Yusril Ihza Mahendra dan Boy Sadikin sebagai pasangan yang sangat kuat dan berpeluang menang. Sebab pasangan ini memiliki kelebihan masing-masing.
”Duet Yusril-Boy sangat baik dan diperhitungkan banyak pihak karena keduanya punya kelebihan. Duet ini juga disukai oleh partai-partai di fraksi di DPRD DKI,” tukas dia. 
Adanya sikap politik dari kedua parpol tersebut, maka bisa dipastikan koalisi lintas haluan politik akan terwujud.
Belakangan ini, komunikasi intensif telah dilakukan empat parpol menuju Pilgub DKI 2017. Yakni PDI Perjuangan, PPP, Golkar, dan PKS.  (wok/dil/jpnn)