Berandalan Bandung
Jelang Pilgub DKI 2017, banyak pihak yang menggelar jajak pendapat serta survey terkait elektabilitas cagub.
Sebagai yg KATANYA INCUMBENT, Ahok jg membentuk tim propaganda yang gemar menebar hasil survey PALSU, yaitu tentang elektabilitas Ahok yang MELAMPAUI 30%.
Padahal fakta dilapangan justru SEBALIKNYA, mayoritas warga di DKI TIDAK menyukai mulut KOTOR Ahok.
Jelang Pilgub DKI 2017, banyak pihak yang menggelar jajak pendapat serta survey terkait elektabilitas cagub.
Sebagai yg KATANYA INCUMBENT, Ahok jg membentuk tim propaganda yang gemar menebar hasil survey PALSU, yaitu tentang elektabilitas Ahok yang MELAMPAUI 30%.
Padahal fakta dilapangan justru SEBALIKNYA, mayoritas warga di DKI TIDAK menyukai mulut KOTOR Ahok.
Bahkan MAYORITAS warga DKI bersikap tegas dengan menyatakan MELAWAN arogansi Ahok yang semena-mena terhadap warga miskin.
Masyarakat DKI dapat melihat sikap DISKRIMINATIF Ahok yang menggusur paksa warga TANPA kompensasi yang layak MESKIPUN warga pribumi tersebut memiliki sertifikat SHM atas tanah yang digusur oleh Ahok.
Sebaliknya Ahok justru MEMBAYAR MAHAL tanah milik RS.Sumber Waras yang merupakan yayasan milik etnis Tionghoa.yang sekarang diselidiki oleh KPK
Yang lebih membuat MUAK warga DKI adalah INDIKASI KETERLIBATAN Ahok atas KASUS korupsi UPS serta kasus RS.SUMBER WARAS.
Meskipun KPK bersikap AGAK diam, namun masyarakat DKI telah MAMPU MENCERNA fakta bahwa sebagai PEMEGANG KUASA ANGGARAN AHOK telah melakukan kelalaian yang MENGUNTUNGKAN pengusaha RS.Sumber Waras dan menyebabkan KERUGIAN negara ratusan milyar rupiah.
Fakta diatas tentu SANGAT BERTENTANGAN dengan propaganda tim relawan Teman Ahok yang selama ini mengatakan bahwa masyarakat DKI MENDUKUNG AHOK.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar