Kamis, 31 Maret 2016

PKS: Gampang Tumbangkan Ahok



Publik : Ketika minoritas sedang berupaya mempecundangi mayoritas dengan segala cara, mumpun minoritas diberi kesempatan berperan, kaum mayoritas seperti di Singapura dan Malaysia sudah terpinggirkan oleh kelihaian minoritas, dan sepertinya giliran Indonesia akan menerima kenyataan ini, kaum mayoritasnya DKI akan terpinggirkan jika hal ini hanya dijawab dengan teori tanpa action yang kongrit.

Semula Ahok menolak Parpol dengan alasan harus bayar maharnya, sekarang ada konspirasi yang mengatakan Parpol bersatu melawan Ahok padahal Ahok didukung oleh 2 parpol meskipun Ahok tetap maju dengan Independen. Artinya Konspirasi itu batal dengan dukungan 2 Parpol ke Ahok.



Qur'anul Hidayat - Rabu, 30 Maret 2016 - 18:15 wib

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid tak gentar dengan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diklaim susah untuk disaingi. Menurutnya, ruang untuk 'menumbangkan' Ahok terbuka lebar.
"Siapa bilang elektabilitas tidak bisa ditandingi, Ahok ini kan 43 persen, jadi artinya 57 persen tidak milih diakan? Ini kan sama seperti elektabiltas yang dimiliki Pak Foke saat 2012," sebut pria yang disapa HNW itu di JCC, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Meski menegaskan, bahwa pihaknya tak akan mendukung calon independen, HNW menyebut dirinya tak akan menjadikan mantan Bupati Belitung Timur itu sebagai musuh bersama atau common enemy.
"Wacana calon independen terus, kemudian seolah-olah bersatu melawan Ahok menjadi musuh bersama, ya enggaklah. Kita berkompetensi secara sehat saja, dalam ruangan demokrasi," kata dia.
Dia menegaskan, bahwa demokrasi memberikan ruang untuk siapapun maju secara independen. Meski begitu, tak benar jika partai lainnya langsung bersatu padu untuk menumbangkan Ahok. Malahan yang terjadi menurut HNW adalah sebaliknya.
"Jadi, kami tidak setuju adanya common enemy kemudian bersatu melawan Ahok. Inikan sudah dua partai yang mendukung Ahok, jadi batal itu teori konspirasi yang mengatakan parpol bersatu melawan Ahok, yang terjadi kan Ahok yang meninggalkan partai politik, jadi jangan dibalik, partai politik melawan Ahok," sindirnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar