Publik : Ketika minoritas sedang berupaya mempecundangi
mayoritas dengan segala cara, mumpun minoritas diberi kesempatan berperan, kaum
mayoritas seperti di Singapura dan Malaysia sudah terpinggirkan oleh kelihaian
minoritas, dan sepertinya giliran Indonesia akan menerima kenyataan ini, kaum
mayoritasnya DKI akan terpinggirkan jika hal ini hanya dijawab dengan teori
tanpa action yang kongrit.
Semula Ahok menolak Parpol dengan alasan harus bayar
maharnya, sekarang ada konspirasi yang mengatakan Parpol bersatu melawan Ahok
padahal Ahok didukung oleh 2 parpol meskipun Ahok tetap maju dengan Independen.
Artinya Konspirasi itu batal dengan dukungan 2 Parpol ke Ahok.
Qur'anul Hidayat - Rabu, 30 Maret 2016 - 18:15 wib
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid tak gentar dengan elektabilitas Basuki
Tjahaja Purnama alias Ahok yang diklaim susah untuk disaingi. Menurutnya, ruang
untuk 'menumbangkan' Ahok terbuka lebar.
"Siapa bilang elektabilitas tidak bisa ditandingi, Ahok
ini kan 43 persen, jadi artinya 57 persen tidak milih diakan? Ini kan sama
seperti elektabiltas yang dimiliki Pak Foke saat 2012," sebut pria yang
disapa HNW itu di JCC, Jakarta, Rabu (30/3/2016).
Meski menegaskan, bahwa pihaknya tak akan mendukung calon
independen, HNW menyebut dirinya tak akan menjadikan mantan Bupati Belitung
Timur itu sebagai musuh bersama atau common enemy.
"Wacana calon independen terus, kemudian seolah-olah
bersatu melawan Ahok menjadi musuh bersama, ya enggaklah. Kita berkompetensi
secara sehat saja, dalam ruangan demokrasi," kata dia.
Dia menegaskan, bahwa demokrasi memberikan ruang untuk
siapapun maju secara independen. Meski begitu, tak benar jika partai lainnya
langsung bersatu padu untuk menumbangkan Ahok. Malahan yang terjadi menurut HNW
adalah sebaliknya.
"Jadi, kami tidak setuju adanya common enemy kemudian
bersatu melawan Ahok. Inikan sudah dua partai yang mendukung Ahok, jadi batal
itu teori konspirasi yang mengatakan parpol bersatu melawan Ahok, yang terjadi
kan Ahok yang meninggalkan partai politik, jadi jangan dibalik, partai politik
melawan Ahok," sindirnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar