Oleh : Elza Astari Retaduari
Kegaduhan itu terkait sistem pemilihan ketua umum. Yaitu
terbuka melalui penyampaingan pandangan oleh pemegang suara, atau tertutup
melalui voting di bilik suara. Indra sempat menyatakan akan memboikot Munaslub
jika pemilihan terbuka.
"Ya saya dipanggil Pak Luhut, urusan terbuka itu. Jadi
Pak Luhut tanya sama saya, kenapa kamu ikut-ikutan kasih ulah lah. Janganlah
kau buat gaduh segala macam," ungkap Indra di area munaslub Golkar di
BNDCC, Bali, Minggu (15/5/2016) malam.
"Saya bilang sama Pak Luhut, yang pertama kali tidak
setuju itu saya. Jadi bukan saya ikut orang, tapi orang ikut saya. Kan begitu.
Jadi saya bukan ikut gendang orang, saya ikut gendang sendiri. Ternyata
temen-temen setuju dengan saya, bikin pertemuan," lanjutnya.
Hal tersebut terkait dengan kesepakatan 7 caketum, kecuali
Setya Novanto, yang menyebut akan melawan jika sidang munaslub memutuskan
proses pemilihan ketua umum dilakukan secara terbuka. Selain itu, tak ada
pembicaraan lain yang krusial antara Luhut dan dirinya.
"Nggak ada. Nggak ngomong sama saya soal itu. Cuma
ngomong yang paling anu (penting), soal jangan buat gaduh lah. Itu kan namanya
terbuka dan tertutup terserah pada munas ini. Saya bilang nggak bisa pak,"
tutur Indra.
Kepada Luhut, Indra menyatakan memang betul dalam pidatonya
Presiden Joko Widodo mempersilahkan Luhut dan Wapres Jusuf Kalla mendukung
jagoannya sebagai politisi Golkar. Namun Indra menyebut, bahwa biarkan proses
munaslub berjalan dengan berkeadilan dan transparan.
"Saya bilang sama Pak Luhut, kemarin bapak Presiden
bilang boleh dukung, Pak JK boleh dukung. Saya bilang kalau bisa kita ini
bersaudara saja. Serahkan pada Munaslub. Itu aja. Saya kan bukan bagian yang
didukung," ucapnya.
"Kalau kita mau buka munas terbuka, jujur dan
demokratis maka voting harus tertutup. Kalau dilakukan secara terbuka, sudah
tidak demokratis lagi. Untuk apa saya ada di sini. Keluar aja," imbuh
Indra.
Pertemuan antara Luhut dan Indra terjadi Minggu (15/5) sore
di The Mulia Hotel. Bukan hanya Indra saja yang dipanggil. Terpantau dua
caketum lain juga menghadap Luhut, yakni Priyo Budi Santoso dan Setya Novanto.
Malam tadi pun Luhut datang pada sidang munaslub yang
beragendakan pembacaan pandangan umum DPD soal LPJ Aburizal Bakrie sebagai
ketua umum Golkar. Ia mengaku datang sebagai peninjau dan berencana besok izin
karena ingin memantau jalannya Munaslub.
"Ya kan saya kader Golkar. Masak nggak boleh datang.
Saya peninjau," ujar Luhut menunjukan keterangan statusnya yang tercantum
dalam name tag saat hadir di acara Munaslub, Minggu (15/5).

ayam berlaga
BalasHapus