Bagus Prihantoro Nugroho - Minggu 13 Mar 2016, 23:48 WIB
Jakarta - Menlu RI Retno Marsudi melantik Konsul Kehormatan
(Konhor) pertama Indonesia di Palestina, Maha Abu-Shusheh. Pelantikan dilakukan
di KBRI Amman Menlu dan rombongan dilarang otoritas Israel memasuki Ramallah.
Pelantikan Konhor Indonesia di Palestina dihadiri Menlu
Palestina, Riyad al-Maliki, para Duta Besar negara-negara ASEAN dan OKI di
Amman, Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, Duta Besar RI untuk Yordania, Teguh
Wardoyo, serta para tokoh dan pejabat pemerintahan Palestina dan Yordania.
Dikutip dari keterangan resmi Kemlu, Minggu (13/3/2016),
pelantikan dilakukan di KBRI Amman karena beberapa saat menjelang keberangkatan
Menlu RI beserta delegasi menuju Ramallah Israel tidak memberikan izin over
flight bagi helikopter Angkatan Udara Yordania yang akan membawa Menlu RI.
Dalam sambutannya, Menlu Retno menyampaikan pelantikan dan
pembukaan kantor Konsul Kehormatan di Ramallah merupakan bukti nyata dukungan
Indonesia terhadap Palestina.
"Dukungan Indonesia kepada perjuangan rakyat Palestina
tidak pernah padam dan pada hari ini kita maju satu langkah lagi dengan
pelantikan Konsul Kehormatan RI di Ramallah," ujar Menlu Retno.
Dalam upacara pelantikan, Menlu RI meminta Konhor RI di
Ramallah untuk dapat berperan aktif untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua
negara. "Saya harap Konhor RI di Ramallah dapat menjadi penyambung tali
persaudaraan Rakyat Indonesia dan Palestina," imbuh Retno.
Selain mendekatkan hubungan bilateral kedua negara, Konhor
RI di Ramallah juga memiliki tugas untuk memberikan pelayanan dan perlindungan
Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, meningkatan hubungan dan
kerjasama ekonomi dan sosial budaya.
Serta melakukan promosi ekonomi, perdagangan, pariwisata,
investasi, tenaga kerja dan jasa; serta melakukan promosi sosial budaya.
Dibukanya Konsul Kehormatan RI di Ramallah merupakan konsul
kehormatan pertama di antara 41 kedutaan besar dan konsul asing di Rammallah.
Sedangkan Konsul Kehormatan asing di Palestina lainnya yang saat ini berada di
Bethlehem.
Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Palestina telah
meningkat hampir 3 kali lipat dari USD 1,02 juta pada tahun 2014 menjadi USD
3,67 juta pada tahun 2015. Sekitar 50 ribu wisatawan Indonesia setiap tahunnya
juga berkunjung ke Palestina termasuk peziarah Muslim dan Nasrani.
Sumber : http://news.detik.com/berita/3163730/dilarang-masuk-palestina-menlu-retno-lantik-konhor-ri-ramallah-di-amman
(bpn/fdn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar