Oleh : Rahman
Asmardika
KOCAELI – Presiden Turki Recep Tayyip
Erdogan menuduh negara-negara Barat tidak peduli pada penderitaan jutaan rakyat
Suriah yang sengsara akibat perang. Erdogan mengatakan Barat lebih peduli pada
kaum gay dan binatang dibandingkan dengan nasib rakyat Suriah.
“Aib bagi
mereka di Barat yang mengalihkan sensitivitas mereka pada apa yang disebut
sebagai kebebasan, hak, dan hukum yang ditunjukkan dengan perdebatan mengenai
pernikahan gay daripada mengenai perempuan Suriah, anak-anak, dan orang-orang
tak bersalah yang membutuhkan bantuan,” kata Erdogan sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Minggu
(15/5/2016).
“Aib bagi
mereka yang mengalihkan perhatiannya pada tempat hidup untuk Paus di laut,
anjing laut, dan kura-kura daripada hak hidup 23 juta rakyat Suriah,” kata
Erdogan.
Dalam
pidatonya di sebuah acara di Provinsi Kocaeli, Turki itu, Erdogan juga
mengkritik kebijakan negara-negara Eropa yang mengambil barang-barang berharga
milik pengungsi sebagai biaya penampungan seperti yang dilakukan oleh Denmark.
Erdogan
mengatakan dirinya yakin penderitaan tersebut akan berakhir suatu hari nati dan
hal yang terpenting untuk dilakukan adalah dengan melalui cobaan tersebut
dengan baik dan terhormat. Orang terkuat di Turki itu juga mengatakan negaranya
saat ini menampung tiga juta pengungsi menyatakan masih terus membuka pintu
bagi para pengungsi yang tertindas.
Krisis di
Suriah telah memaksa lebih dari empat juta warganya untuk mengungsi, menjadikan
kejadian ini sebagai krisis pengungsi terburuk dalam 25 tahun terakhir.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar