Rabu, 11 Mei 2016

Ade tertangkap komisi etik , Setya Novanto bagi-bagi dolar



 Jangan Pilih Calon Ketua, Yang Calon Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN )
 
Oleh : Fajar W Hermawan
 
 

Segala macam cara pun ditempuh. Setya Novanto, misalnya, diketahui pernah bagi-bagi uang dolar kepada pengurus daerah Jawa Timur. Pembagian itu dilakukan saat ia melakukan pertemuan dengan pengurus DPD II Kabupaten/Kota se Jawa Timur di Hotel Tunjungan, Jumat pekan lalu.
Ia dikabarkan memberikan USD10.000 kepada setiap pengurus. Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Probolinggo Wahid Nurrahman membenarkan adanya pembagian uang itu. Tapi ia menyangkal jumlah sebesar itu.

"Ada lah, tapi nggak sebesar itu. Nggak etislah kalau saya sebutkan nilainya ke publik," kata Wahid yang juga koordinator ketua-ketua DPD II Partai Golkar se Jawa Timur seperti dilansir detikcom.
Wahid menganggap kucuran "gizi" itu bukanlah politik uang. Sebab, pemberian itu dilakukan saat Novanto belum ditetapkan sebagai bakal calon ketua umum Partai Golkar. Penetapan bakal calon sendiri juga dilakukan pada Jumat (6/5/2016). Artinya waktunya bersamaan saat Novanto membagi-bagi uang itu.

Menurut Wahid, pemberian "gizi" itu sebagai hal yang biasa. "Itu uang transpor," kata dia. "Saya kalau silaturahim dengan pengurus di kecamatan juga memberikan uang transpor."
Berbeda dengan Novanto, bakal calon ketua umum lainnya, Ade Komarudin, malah tertangkap Komisi Etik Munaslub sedang mengumpulkan sejumlah petinggi DPD Partai Golkar Kalimantan Barat. Ade dan timnya tertangkap tangan saat melakukan rapat tertutup di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00-13.00 WIB.

"Tadi siang petugas menangkap tangan adanya pertemuan antara calon AK dan DPD Kalbar," kata Ketua Komite Etik Munaslub PG, Fadel Muhammad saat dihubungi Tribunnews.com.
Menurut Fadel, petugas pun sudah mengabadikan pertemuan itu sebagai barang bukti. Namun, kata dia, petugas tidak menemukan adanya transaksi uang dalam pertemuan itu.
Rencananya, Komite Etik akan menyidangkan temuan ini di Bali pada Kamis (12/5). "Kami akan panggil dia untuk disidangkan, diminta keterangannya pada Kamis ini," katanya.
Bambang Soesatyo, Tim sukses Ade Komarudin membantah bahwa calonnya melakukan prtemuan dengan DPD Golkar Kalbar itu. "Setahu saya, Akom tidak ke mana-mana. (Akom) Ada di kediaman rapat dengan tim dari pagi hingga jam 14.00 WIB langsung meluncur ke Surabaya," ujarnya seperti dikutip detikcom.

Munaslub Partai Golkar yang bakal diselenggarakan 15-17 Mei mendatang di Bali diikuti delapan calon. Mereka adalah Ade Komarudin yang saat ini menjabat Ketua DPR, Setya Novanto (mantan Ketua DPR yang sekarang menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar), Airlangga Hartarto (anggota DPR).
Selain itu ada Priyo Budi Santoso (mantan Wakil Ketua DPR), Mahyudin (Wakil Ketua MPR), Aziz Syamsuddin (anggota DPR), Indra Bambang Utoyo (kader senior Partai Golkar), Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel). Delapan calon ini bakal memperebutkan posisi Beringin-1.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar