Sindonews
MOSKOW - Aleksandr Prokhorenko, 25, yang
dijuluki “Rambo” Rusia setelah minta dirinya dibombardir pesawat-pesawat tempur
Moskow saat dikepung ISIS telah dimakamkan secara megah oleh militer Rusia.
Bahkan,
stasiun televisi Kremlin secara khusus mengabadikan pemakaman perwira militer
yang dianggap pahlawan oleh Pemerintah Presiden Vladimir Putin ini. Prokhorenko
dimakamkan Jumat 6 Mei 2016.
Julukan
“Rambo” Rusia ini awalnya muncul dari media-media Barat mengacu pada John Rambo
tokoh fiksi dalam film perang Vietnam. Prokhorenko minta dibunuh dengan
dibombardir pesawat-pesawat tempur Rusia pada Maret lalu saat di dikepung
puluhan militan ISIS di dekat Palmyra. Permintaan dibunuh secara heroik itu
dengan tujuan agar puluhan militan ISIS yang mengepungnya juga ikut tewas.
Sebuah
orkestra Rusia menggelar konser di ampiteater era Romawi di Palmyra pada malam
terakhir sebelum Prokhorenko dimakamkan. Konser itu untuk mengenang
keterlibatannya dalam memerangi kelompok Islamic State atau ISIS di Suriah.
Nama
Prokhorenko rencananya akan dijadikan nama sebuah sekolah dan jalan di Rusia.
Presiden Vladimir Putin juga akan memberikan anumerta—medali tertinggi
militer—untuk keberanian dan kepahlawanannya.
Butuh
beberapa minggu untuk mengambil dan mengidentifikasi tubuh Prokhorenko. Ia
dimakamkan di desa asalnya, di Gorodki, sekitar 1.200 km sebelah timur Moskow.
”Regu milisi
Kurdi ambil bagian dalam mendapatkan tubuh Alexander Prokhorenko keluar,” kata
perwakilan Kurdi Suriah di Rusia, Farkhad Patiev, kepada stasiun televisi
negara Rusia saat pemakaman, seperti dikutip Mirror, semalam (6/5/2016).
”Apa yang
dia lakukan adalah perbuatan heroik yang besar. Kita harus selalu ingat ini,”
katanya lagi.
Stasiun
televisi juga menunjukkan peti mati hitam terbungkus bendera Rusia, dengan topi
perwira bertengger di atasnya. Jenazah “Rambo” Rusia ini diiringi delapan
tentara berseragam lengkap, dengan beberapa pasukan Rusia lainnya.
Tentara
jenderal dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah memberikan
penghormatan kemarin dan bertemu orang tua Prokhorenko di sebuah bandara di
Moskow sebelum jenazah Prokhorenko diterbangkan ke Gorodki.
Prokhorenko
adalah salah satu dari delapan tentara Rusia yang kematiannya di Suriah telah
diakui secara terbuka oleh Pemerintah Rusia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar