Selasa, 10 Mei 2016

Temuan Mengejutkan, 23 Siswi Satu Sekolah di Kabupaten Ini Hamil



INDONESIA BENAR-BENAR DARURAT KEKERASAN SEKSUAL

Erny Tumundo  : "Di Minut ada sebuah sekolah yang 23 murid perempuannya hamil, tak kalah juga di Bolmut ada kelompok pelajar membentuk geng yang paling banyak berhubungan dengan siswi perawan, menjadi kepala geng," katanya.


MANADO -  Kasus gadis di Manado yang diperkosa 15 pria setelah dicekoki narkoba menjadi perhatian serius.
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Provinsi Sulawesi Utara melakukan konferensi pers di Swiss-bel Hotel Maleosan Manado, Jalan Jalan Sudirman Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (7/5/2016) lalu.

Pada jumpa pers tersebut muncul beberapa hal yang memprihatinkan.
Selain menyajikan data dan fakta soal kasus pemerkosaan pada SC (19) pada acara tersebut menguak tentang 'fenomena langka'.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPPA) Provinsi Sulawesi Utara Ir Erny Tumundo mengungkapkan, berdasarkan laporan jejaring mereka ada dua fenomena langka juga yang terjadi di Sulut, antara lain di Kabupaten Minut dan Bolmut.
"Di Minut ada sebuah sekolah yang 23 murid perempuannya hamil, tak kalah juga di Bolmut ada kelompok pelajar membentuk geng yang paling banyak berhubungan dengan siswi perawan, menjadi kepala geng," katanya.

Meski demikian hal ini menurut Erny Tumundo masih perlu ditelusuri dan diklarifikasi.
Beberapa langkah yang akan mereka lakukan untuk meminimalisir hal ini antara lain turun ke lokasi yang dimaksud bersama advokasi dan tim lakukan pembentukan kelompok peduli sahabat.
"Nanti jadi perpanjangan tangan dari kami sehingga kalau ada masalah yang kami utamakan pencegahan dan diharapkan bisa masuk ke keluarga-keluarga," jelas Erny.
Sementar aitu pada pertemuan tersebut dibahas pula kasus yang menimpa SC.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Prof dr Vennetia Ryckerens Danes dalam jumpa pers menyatakan kalau pelaku merupakan sindikat.
"Mereka ada sindikat, ini pasti bukan yang pertama dan tentu mereka akan cari mangsa lain," jelasnya.

"Saya akan kejar mereka sampai ketemu, ini orang besar, kalau orang biasa pasti sudah lama ditangkap," imbuh Vennetia yang mengaku nama-nama tersangka sudah dikantongi pihaknya.
Kisah berawal dari seorang gadis asal Kota Manado ini, inisial SC (19), dijemput dua teman dekatnya yang sama-sama perempuan, menggunakan kendaraan yang dikendarai pria yang tak dikenal SC pada 24 Januari silam.

Mereka kemudian menuju ke Bolmut, dan SC sendiri diduga menjadi korban pemerkosaan oleh 15 pria yang sebelumnya mencekoki SC dengan narkoba hingga tak sadarkan diri.
SC lalu dirudapaksa mereka selama berhari-hari.
Setelah mulai lemah, SC kembali dipulangkan oleh teman perempuannya yang mengajaknya pertama kali dan merupakan teman karibnya yang tinggal satu gang.

Polisi ragu ada perkosaan

Kepolisian Daerah Sulawesi Utara merilis kasus pemerkosaan yang melibatkan 15 pria yang dilaporkan 30 Januari 2016 lalu di Polresta Manado.
Dalam gelaran konferensi pers di Mapolda Sulut, Senin (9/5/2016), Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Pitra Ratulangi menerangkan pemberitaan selama ini kurang benar.
Kata dia, hasil visum dokter ahli menyebut tak ditemukan tanda-tanda pemerkosaan terhadap korban STC.

Sehingga menurutnya, itu menjadi petunjuk kuat bahwa tak terjadi aksi pemerkosaan seperti yang diberitakan.
"Memang menurut dokter ahli, ada tanda-tanda kekerasan di pergelangan tangan. Juga terdapat luka sobekan di kemaluannya. Tapi itu sudah luka lama," ujarnya.
Koordinator Tim Manguni ini mengungkap kronologi kasus ini berdasarkan keterangan tujuh saksi.
STC berangkat dari Manado dijemput oleh dua orang rekannya yaitu Yun dan Mey menggunakan taksi gelap menuju Gorontalo, 29 Januari 2016 dini hari.

Setibanya di sebuah hotel di Gorontalo, STC bersama Yun dan Mey dijemput oleh dua rekan mereka.
Setibanya di dalam kamar, menurut keterangan STC, dia melihat ada alat isap bersama sabu di dalam kamar.
Saat bersamaan, ada empat orang laki-laki yang menurutnya tidak dikenal masuk ke dalam kamar tersebut.
Karena mereka membuat kegaduhan, mereka pindah ke hotel lainnya.
Saat pindah hotel tersebut, STC tidak mau.

Tangan STC kemudian ditarik Yun dan Mey, sehingga menimbulkan memar di pergelangan tangan.
"Kasus ini sendiri sedang ditangani Penyidik Polda Sulut dan Polda Gorontalo, karena locus delitinya atau TKPnya ada di Gorontalo," ungkapnya.

"Sore ini rencananya Penyidik Polda Sulut dan Gorontalo akan menggelar kasus ini secara bersama-sama untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Adanya dugaan keterlibatan dua oknum polisi dalam kasus ini belum bisa dibuktikan," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung saat membuka jumpa pers ini mengatakan pertemuan ini untuk meluruskan pemberitaan tentang laporan kasus pemerkosaan oleh ibu korban. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar