Oleh : Ray Muhammad | Kamis, 28 April 2016 | 17:20 WIB
Jakarta -
Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) mengenai peningkatan
pelayanan publik di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (28/4/2016).
Sejumlah
menteri dan pejabat negara hadir dalam rapat ini. Menteri yang hadir antara
lain Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Bidang
Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri
Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi.
Sementara
pejabat negara yang hadir diantaranya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti,
Kakorlantas Brigjen Agung Budi Maryoto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) Franky Sibarani.
Melalui
pembukaannya, Jokowi menginstruksikan kepada seluruh kementerian dan lembaga
untuk menggagas sejumlah langkah yang mampu menjadi terobosan peningkatan
pelayanan publik di Indonesia.
"Saya
kira banyak hal, banyak tempat yang harus juga diperbaiki berkaitan dengan
kecepatan, kepastian waktu, efesiensi biaya, kemudian juga kemudahan pelayanan
publik. Selain itu, tertutama juga berkaitan dengan perijinan," kata
Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (28/4/2016).
Dalam
kesempatan ini, ia menyampaikan penghargaan kepada BKPM yang mampu memangkas
sejumlah perizinan yang dulu perlu diselesaikan dalam hitungan bulan dan tahun,
kini hanya dalam waktu jam.
"Hal
ini saya tes di beberapa pengusaha yang sudah masuk ke sana (BKPM). Mereka
menyatakan bahwa memang sudah benar (proses perizinan) tiga jam," ujarnya.
Lebih jauh,
langkah reformasi pelayanan publik harus dilanjutkan ke seluruh aspek mulai
dari imigrasi, paspor hingga kartu penduduk.
"Urusan-urusan
ini masih banyak juga masalahnya. Lalu berkaitan dengan sertifikasi tanah itu
bayarnya mahal, lama. Yang berkaitan dengan SIM, STNK, BPKB juga sama.
(Pelayanannya) cepat tapi perlu diperbaiki disitu," katanya.
Sementara
itu, pelayanan publik berkaitan dengan akte kelahiran dianggap Presiden masih
belum baik karena prosesebya yang lama.
"Reformasi
birokrasi ini betul-betul tidak bisa ditunda lagi dalam situasi kompetensi,
persaingan antar negara, merebut investasi dan yang lainnya. Saya kira dari
atas sampai bawah, hulu sampai hilir harus kita selesaikan. Terutama yang
berkaitan dengan kehidupan masyarakat di bawah," tuturnya.
Untuk itu,
mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan dari
rakyat mengenai pelayanan publik.
"Saya
tidak ingin lagi mendengar keluhan dibawah yang berkaitan dengan pelayanan di
oper sana-sini. Berbelit dan tidak jelasnya waktu dan biaya. Semuanya harus
hilang, kurangi sebanyak-banyaknya," pungkasnya.[jat]
- See more
at:
http://nasional.inilah.com/read/detail/2291684/jokowi-minta-perbaikan-layanan-publik-ditingkatkan#sthash.LR9S09nu.dpuf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar