Merdeka.com - Serangan udara Amerika Serikat menghancurkan uang simpanan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebesar USD 800 juta (setara Rp 10.5 triliun). Koalisi melawan ISIS ini sebelumnya juga telah menghancurkan depot uang ISIS dimana tersimpan uang sebanyak USD 150 juta (setara Rp 1,9 triliun).
Menurut Angkatan Udara AS, Mayjen Peter Gersten mengatakan kelompok teror tersebut sudah bangkrut dan juga gagal dalam merekrut mereka anggota baru. Gersten yang juga merupakan wakil komandan untuk operasi militer ini mengatakan akan mencoba untuk mematahkan semangat ISIS.
"Kami melihat sebuah kehancuran dari ISIS," kata dia seperti dilansir dari Daily Mail, Rabu (27/4).
"Kami juga melihat ketidakmampuan mereka membayar orang, ketidakmampuan untuk melawan, kami menonton mereka mencoba untuk meninggalkan ISIS setiap harinya dengan berbagai cara," sambung Gersten.
Sejak akhir tahun lalu, angka orang asing yang bergabung dengan ISIS semakin menurun. Dari sekitar 1.500 hingga 2.000 orang per bulan menjadi 200 saja.
Kementerian Luar Negeri AS sendiri mengaku ISIS saat ini semakin melemah. Kemungkinan besar orang yang mau bergabung dengan ISIS mulai berpikir untuk ikut kelompok tersebut sebab gajinya semakin kecil.
Hal ini terbukti dari pemberitaan beberapa waktu lalu yang menyebutkan para militan ISIS harus rela gajinya dipotong setengah. Semakin menyusutnya wilayah kekuasaan dan harga minyak yang turun bisa jadi penyebab dari miskinnya ISIS saat ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar