Oleh : Abdullah Mubarok
Jakarta
- Habib Rizieq Shihab memarahi pimpinan KPK dalam pertemuan.
Informasi
itu diperoleh INILAHCOM dari tim Front Pembela Islam (FPI). Berikut keterangan
yang dikirim kepada redaksi pada Rabu (6/4/2016):
Pada
Senin 4 April 2016, Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menggelar aksi damai ke
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta KPK agar serius mendalami
dugaan korupsi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Para
habib dan ulama bersama ribuan umat Islam mendatangi KPK sejak pukul 8 pagi
dengan tertib tanpa menutup jalan raya sehingga tidak mengganggu lalu lintas.
Selanjutnya
GMJ meminta pimpinan KPK agar menerima delegasi GMJ. Dan, menurut laporan
polisi saat itu, pimpinan KPK belum ada yang hadir. GMJ pun dengan sabar
menunggu kehadiran mereka.
Pada
pukul 09.00 WIB, polres dan polsek setempat menjembatani agar pimpinan KPK
berkenan menerima Delegasi GMJ, tetapi hingga jam 10 mereka tidak mau menerima
delegasi, bahkan ketika diingatkan polisi bahwa penolakan KPK bisa memicu
kemarahan para pendemo, mereka tetap tidak peduli, dengan dalih jika massa
marah maka tugas polisi mengamankan.
Akhirnya,
massa kecewa dan mulai menutup jalan raya, lalu suasana makin panas, polisi pun
siaga penuh, nyaris terjadi bentrok. Lalu salah seorang pimpinan GMJ segera
menginfokan ke Polda Metro agar turun tangan untuk mencegah "chaos".
Dengan
bantuan Polda, baru Pimpinan KPK mau menerima delegasi dengan batasan jumlah
hanya 10 orang dan waktu hanya 15 menit.
Pada
pukul 11.00 WIB, Delegasi GMJ sebanyak 10 orang yg dipimpin Gubernur Rakyat
Jakarta KH Fakrurrozi Ishaq diterima Pimpinam KPK dalam ruang sempit yang
pengap.
Saat
dialog dibuka, Habib Rizieq langsung meminta Pimpinan KPK memberi penjelasan
terlebih dahulu tentang keengganan mereka menerima delegasi, sehingga para
Habaib dan Ulama dijemur di jalan selama 3 jam, sejak jam 8 hingga jam 11.
Saat
itu Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberi jawaban yang berbelat-belit dan
mengaku bahwa dia sudah ada di KPK sejak jam 7 pagi, tapi ada prioritas
pekerjaan lain yang harus didahulukan.
Habib
Rizieq merasa jawaban tersebut tidak 'fair' karena bertentangan dengan laporan
polisi saat menjembatani yang menginfokan bahwa Pimpinan KPK tidak mau menerima
Delegasi GMJ, bahkan tidak peduli dengan kemarahan massa dengan dalih ada
polisi yang mengamankan.
Habib
Rizieq protes keras, tapi Saut Situmorang terus memancing perang mulut.
Akhirnya, kemarahan Habib Rizieq meledak, beliau berdiri mendekati Saut
Situmorang sambil menuding dan membentak serta menyatakan bahwa Gedung KPK
dibangun dengan uang rakyat dan seluruh Pimpinan dan Petugas KPK digaji dengan
uang rakyat, semestinya KPK selalu terbuka untuk menerima rakyat yang datang
melapor. Apalagi yang datang sederetan Habaib dan Ulama bersama ribuan umat
Islam.
Habib
Rizieq menyebut bahwa pimpinan KPK telah bersikap "kurang ajar"
terhadap habaib dan ulama serta ribuan umat Islam.
Saut
Situmorang tidak terima disebut "Kurang Ajar" lalu mengancam akan
mencatat hinaan Habib Rizieq, tapi Habib Rizieq justru spontan berteriak
membalas, "Silakan catat dan rekam bahwa saya menyatakan anda kurang
ajar!!!"
Sejumlah
habaib dan ulama menenangkan Habib Rizieq, polisi pun turut meredam suasana.
Akhirnya suasana terkendali dan dialog pun mulai digelar.
Sumber :
http://nasional.inilah.com/read/detail/2286159/habib-rizieq-marahi-pimpinan-kpk-kurang-ajar#sthash.ghR5Eoh9.dpuf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar