Global Online
Yamaha mengira Lorenzo tengah menanti tawaran dari Ducati. Pabrikan asal Italia itu memanglah gencar disebut-sebut ingin menggaet juara dunia tiga kali tersebut .
Yamaha mengaku bakal susah mencari pengganti Lorenzo. Tetapi, jikalau Lorenzo memilih pergi, pabrikan asal Jepang itu sudah mengantongi pilihan lain.
" Kami sudah punya rencana B serta C. Saya tidak ingin mengatakan namanya, namun pebalap calon pengganti Lorenzo gampang ditebak lantaran semua tim tentu inginkan pebalap muda paling baik. Tetapi, kami sadar pebalap yang nanti kami tentukan tidak akan bisa segera menyamakan level performa Lorenzo, " kata Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, seperti ditulis Autosport.
Media asing ramai menyampaikan kabar incaran paling utama Yamaha yaitu pebalap Suzuki yang tengah naik daun, Maverick Vinales. Tetapi, peluang lain masihlah terbuka mengingat kontrak semua pebalap tim pabrikan, terkecuali Valentino Rossi, habis pada akhir musim ini.
" Kami mempunyai dua pebalap paling baik didunia. Jadi, skenario paling baik yaitu Lorenzo serta Rossi bertahan bersama kami, " tutur Jarvis
Rossi telah meneken kontrak baru berdurasi dua th. sampai 2018. Terkecuali saat The Doctor geser ke Ducati serta digantikan Ben Spies pada musim 2011-2012, Yamaha senantiasa turunkan komposisi pebalap yang sama mulai sejak 2008.
" Kami mencemaskan gagasan suksesi pebalap. Sesungguhnya kami bisa saja memperoleh jalan keluar dengan memasukkan sebagian pebalap muda paling baik ke tim satelit kami, Tech 3. Tetapi, semuanya serba susah lantaran kami perlu ruangan untuk memasukkan seseorang pebalap, " kata Jarvis.
Jarvis menjelaskan Honda pernah alami permasalahan sama satu tahun lebih lalu. Namun, mereka memperoleh talenta paling baik dalam diri Marc Marquez.
" Apa yang dikerjakan Honda dengan mengambil pebalap muda paling baik waktu itu yaitu satu mahakarya. Tetapi, kami juga sesungguhnya telah lakukan hal yang sama juga dengan Lorenzo satu tahun lebih sebelumnya, " papar Jarvis.
Jorge Lorenzo menunjukkan masihlah yang paling baik di grid MotoGP 2016. Sang juara dunia bertahan itu tampak menguasai waktu memenangi GP Qatar, Senin (21/3/2016) awal hari WIB
Masa depan Jorge Lorenzo di Yamaha masih menjadi tanda
tanya. Untuk menghadapi kepergian pebalap asal Spanyol itu, Tim Garpu Tala
telah mempersiapkan rencana cadangan.
Kontrak Lorenzo di Yamaha bakal habis pada akhir musim 2016. Yamaha telah menyodorkan kontrak baru, namun pebalap berumur 28 th. itu belum juga membuat ketentuan.
Kontrak Lorenzo di Yamaha bakal habis pada akhir musim 2016. Yamaha telah menyodorkan kontrak baru, namun pebalap berumur 28 th. itu belum juga membuat ketentuan.
Yamaha mengira Lorenzo tengah menanti tawaran dari Ducati. Pabrikan asal Italia itu memanglah gencar disebut-sebut ingin menggaet juara dunia tiga kali tersebut .
Yamaha mengaku bakal susah mencari pengganti Lorenzo. Tetapi, jikalau Lorenzo memilih pergi, pabrikan asal Jepang itu sudah mengantongi pilihan lain.
" Kami sudah punya rencana B serta C. Saya tidak ingin mengatakan namanya, namun pebalap calon pengganti Lorenzo gampang ditebak lantaran semua tim tentu inginkan pebalap muda paling baik. Tetapi, kami sadar pebalap yang nanti kami tentukan tidak akan bisa segera menyamakan level performa Lorenzo, " kata Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis, seperti ditulis Autosport.
Media asing ramai menyampaikan kabar incaran paling utama Yamaha yaitu pebalap Suzuki yang tengah naik daun, Maverick Vinales. Tetapi, peluang lain masihlah terbuka mengingat kontrak semua pebalap tim pabrikan, terkecuali Valentino Rossi, habis pada akhir musim ini.
" Kami mempunyai dua pebalap paling baik didunia. Jadi, skenario paling baik yaitu Lorenzo serta Rossi bertahan bersama kami, " tutur Jarvis
Rossi telah meneken kontrak baru berdurasi dua th. sampai 2018. Terkecuali saat The Doctor geser ke Ducati serta digantikan Ben Spies pada musim 2011-2012, Yamaha senantiasa turunkan komposisi pebalap yang sama mulai sejak 2008.
" Kami mencemaskan gagasan suksesi pebalap. Sesungguhnya kami bisa saja memperoleh jalan keluar dengan memasukkan sebagian pebalap muda paling baik ke tim satelit kami, Tech 3. Tetapi, semuanya serba susah lantaran kami perlu ruangan untuk memasukkan seseorang pebalap, " kata Jarvis.
Jarvis menjelaskan Honda pernah alami permasalahan sama satu tahun lebih lalu. Namun, mereka memperoleh talenta paling baik dalam diri Marc Marquez.
" Apa yang dikerjakan Honda dengan mengambil pebalap muda paling baik waktu itu yaitu satu mahakarya. Tetapi, kami juga sesungguhnya telah lakukan hal yang sama juga dengan Lorenzo satu tahun lebih sebelumnya, " papar Jarvis.
Jorge Lorenzo menunjukkan masihlah yang paling baik di grid MotoGP 2016. Sang juara dunia bertahan itu tampak menguasai waktu memenangi GP Qatar, Senin (21/3/2016) awal hari WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar