Publik "Sekedar Pencerahan Ingatan, Siapa Johan Budi ??? "
Sekarang ini Johan Budi adalah Jubir Presiden Jokowi
Sebelumnya Jubir KPK dan Mantan Wakil Ketua KPK
Posmetro.info
Sekarang ini Johan Budi adalah Jubir Presiden Jokowi
Sebelumnya Jubir KPK dan Mantan Wakil Ketua KPK
Posmetro.info
Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan untuk tidak melakukan tebang pilih dalam
menangani kasus-kasus korupsi.
Peringatan
tersebut disampaikan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Rachmawati
Soekarnoputri lewat pesan singkat yang diterima redaksi petang ini (Senin,
4/3).
Mbak Rachma,
demikian putri Bung Karno ini akrab disapa, menyampaikan itu menanggapi dugaan
kasus korupsi yang membelit Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama.
Kasus
tersebut adalah pembelian lahan RS Sumber Waras dan izin reklamasi teluk
Jakarta.
"Sebaiknya
Gubernur Ahok diperiksa masalah kasus izin reklamasi reklamasi dan RS Sumber
Waras," ungkapnya.
"KPK
jangan tebang pilih menangani kasus korupsi yang patut diduga melibatkan Ahok,
yang dikenal dengan 'penertiban' kawasan hunian masyarakat bawah, sekarang
ditengarai menimbulkan keresahan sosial sampai memicu konflik vertikal,"
tegasnya.
Apalagi,
sambungnya, proyek reklamasi ini bertentangan dengan konsep negara maritim atau
bahari. Dimana laut tidak boleh dikapling-kapling demi kepentingan segelintir
atau kelompok atau dikuasai para kapitalis.
"Karena
bertentangan dengan pasal 33 UUD 1945, 'Bumi dan air dan seluruh kekayaan
diperuntukkan bagi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat'," ungkapnya.
Menurutnya,
sepanjang visi-misi berorientasi pada kekuasaan semata, maka akan
"inherent" abuse of power yaitu korupsi.
"Bagaimana
jika seorang pejabat publik justru berpihak berkolaborasi pada bisnis kaum
kapitalis pemodal besar? Tidak ada manfaat dirasakan rakyat," tandasnya.
Karena itu,
Mbak Rachma mengajak semua pejabat untuk mengingat kembali pesan Bung
Karno:" Jagalah ibu pertiwi dengan Bapak Dirgantara dan samodra rumah
kehidupan."[rmol]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar