Rabu, 13 April 2016

Ruki: Pengusutan Sumber Waras Dilakukan Berdasarkan Dua Alat Bukti yang Cukup



Ruki : Mantan Ketua KPK

 nasional.harianterbit.com : Rabu, 13 April 2016 18:57 WIB

Jakarta - Hubungan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) sudah memanas sejak akhir tahun 2015. Penyebabnya, seputar audit investigatif BPK terhadap RS Sumber Waras.

Saat itu, Jumat (11/12/2015), Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki membantah tudingan Ahok yang merasa dikriminalisasi. Menurutnya, Ahok terlalu cepat mengaitkan dirinya dengan penyelidikan dugaan korupsi dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.


"Enggak nyambung tuh cerita. Jangan kan ditersangkakan, dipanggil saja belum, diperiksa juga belum, sudah bilang dikriminalisasi. Di mana logikanya?" ujar Ruki.

Karenanya, Ruki enggan berpolemik dengan pernyataan itu dan membuat keadaan makin gaduh. Ruki mengatakan, biarkan saat ini penyelidik bekerja mengusut kasus tersebut.

Nantinya, penyelidik akan melakukan gelar perkara dan menentukan apakah kasus itu bisa naik ke tingkat penyidikan.

Ruki menegaskan, pengusutan kasus Sumber Waras dilakukan berdasarkan dua alat bukti yang cukup, bukan karena sentimen tertentu.

"Mekanisme itu yang kami pakai, bukan maunya (sengaja), apalagi pikirannya orang per orang, siapa pun dia dan apa pun jabatannya," kata Ruki dikutip kompas.

Sebelumnya, Ahok menuding ada oknum pimpinan KPK yang berniat mengkriminalisasi terkait penyidikan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh KPK.

"Mau kriminalisasi Ahok (Basuki) kali, ada oknumnya," kata Ahok. Bahkan, Ahok menyebut langsung nama Ruki.

Ahok mengaku Ruki pernah memberinya penghargaan sebagai salah satu mitra antikorupsi.

Ia pun mempertanyakan sikap KPK yang mendadak membatalkan undangan untuk dirinya sebagai narasumber dalam Hari Antikorupsi Sedunia di Bandung.

"Malu dong, Ahok tercatat pernah dikasih Pak Ruki penghargaan tiga mitra antikorupsi di Tugu Proklamasi akhir tahun 2006," kata Ahok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar