Ruki : Mantan Ketua KPK
nasional.harianterbit.com
: Rabu, 13 April 2016 18:57 WIB
Jakarta - Hubungan Gubernur DKI Jakarta Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi
Pemberatasan Korupsi (KPK) sudah memanas sejak akhir tahun 2015. Penyebabnya,
seputar audit investigatif BPK terhadap RS Sumber Waras.
Saat itu,
Jumat (11/12/2015), Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki membantah tudingan
Ahok yang merasa dikriminalisasi. Menurutnya, Ahok terlalu cepat mengaitkan
dirinya dengan penyelidikan dugaan korupsi dalam pembelian lahan Rumah Sakit
Sumber Waras.
"Enggak
nyambung tuh cerita. Jangan kan ditersangkakan, dipanggil saja belum, diperiksa
juga belum, sudah bilang dikriminalisasi. Di mana logikanya?" ujar Ruki.
Karenanya,
Ruki enggan berpolemik dengan pernyataan itu dan membuat keadaan makin gaduh.
Ruki mengatakan, biarkan saat ini penyelidik bekerja mengusut kasus tersebut.
Nantinya,
penyelidik akan melakukan gelar perkara dan menentukan apakah kasus itu bisa
naik ke tingkat penyidikan.
Ruki
menegaskan, pengusutan kasus Sumber Waras dilakukan berdasarkan dua alat bukti
yang cukup, bukan karena sentimen tertentu.
"Mekanisme
itu yang kami pakai, bukan maunya (sengaja), apalagi pikirannya orang per
orang, siapa pun dia dan apa pun jabatannya," kata Ruki dikutip kompas.
Sebelumnya,
Ahok menuding ada oknum pimpinan KPK yang berniat mengkriminalisasi terkait
penyidikan kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh KPK.
"Mau
kriminalisasi Ahok (Basuki) kali, ada oknumnya," kata Ahok. Bahkan, Ahok
menyebut langsung nama Ruki.
Ahok mengaku
Ruki pernah memberinya penghargaan sebagai salah satu mitra antikorupsi.
Ia pun
mempertanyakan sikap KPK yang mendadak membatalkan undangan untuk dirinya
sebagai narasumber dalam Hari Antikorupsi Sedunia di Bandung.
"Malu
dong, Ahok tercatat pernah dikasih Pak Ruki penghargaan tiga mitra antikorupsi
di Tugu Proklamasi akhir tahun 2006," kata Ahok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar