Iradhatie
Wurinanda – news.okezone.com
JAKARTA - Jelang ujian nasional (UN) 2016 yang tinggal
menghitung hari, para siswa SMA sederajat bersiap menghadapi ujian, baik dengan
belajar maupun memperkuat mental. Meski kini tak menjadi syarat kelulusan,
ternyata sebagian siswa masih takut dan deg-degan tak bisa meraih sukses pada UN 2016.
Hal tersebut
dirasakan oleh salah satu siswa kelas XII bernama Lia. Menurut dia, ada
beberapa hal yang membuatnya deg-degan menghadapi UN 2016. Salah satunya menghadapi nata
pelajaran yang dinilai sulit.
"Sebenarnya
biasa saja. Tapi kalau pelajaran matematika sama ekonomi bikin deg-degan,"
ujarnya kepada Okezone, belum lama ini.
Lia
menceritakan, dia cukup lemah dan tak suka pelajaran yang berhubungan dengan
hitungan. Sehingga dia belum siap menghadapi ujian nasional untuk dua mata pelajaran
tersebut. Saking bingung cara menguasai materinya, siswa SMAN 10 Bogor itu
sampai punya cara sendiri dalam mengerjakan soal-soal yang sulit.
"Kadang
menghitungnya sampai pakai logika jadi keluar dari rumus. Kalau masih tidak
bisa ya terpaksa dijawab seadanya. Mudah-mudahan nanti saat UN diberi kemudahan," ucapnya.
Sekolah Lia
sendiri menerapkan UN Berbasis Komputer (UNBK). Terkait pelaksanaannya, bungsu dari
dua bersaudara itu tak terlalu khawatir mengingat sekolahnya cukup siap dalam
menyelenggarakan UNBK.
"Udah
siap sekolah, kemarin ke sekolah kelas yang dipakai ujian sudah mulai dikunci.
Aku sih takutnya kalau sampai mati lampu saja," paparnya.
Lia merasa
beruntung ujian nasional tak dijadikan sebagai syarat kelulusan. Dia mengaku,
sempat merasa santai dalam belajar mempersiapkan UN 2016. Namun, cewek berhijab ini tetap
memasang target nilai yang ingin dicapainya, yakni minimal 75 untuk setiap
pelajaran yang diujikan.
"Awalnya
santai, tapi waktu tahu UN jadi salah satu penilaian SNMPTN jadi
deg-degan lagi," tukasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar