AHOK SIAP
TAK TERPILI LAGI ... ???
Ahok meminta
warga Jakarta tidak perlu merasa terbebani bila tidak memilihnya dalam Pilkada
DKI Jakarta 2017.
JAKARTA - Banyak
orang berharap akan terjadi duel seru di Pilgub DKI Jakarta2017 antara
Yusril Ihza Mahendra versus Basuki Tjahja Purnama.
Duet maut
antara Laksamana Cheng Ho vs Mr Ahok. Apakah duet maut itu akan benar-benar
terjadi di Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti?
Belum ada
yang bisa memastikan. Karena posisi Ahok sampai sekarang pun terus digoyang
dengan berbagai isu. Mulai dari kasus RS Sumber Waras, reklamasi pantai utara
Jakarta, hingga penggunaan materai untuk calon perseorangan.
Sementara
Yusril hingga kini masih menjajaki dukungan partai politik. Belum ada partai
yang secara resmi mendukung Yusril menjadi calon gubenur untuk dijagokan pada
Pilgub 2017.
Malah Partai
Nasdem dan Partai Hanura jelas-jelas terbuka memberi dukungan kepada Ahok.
Sebuah ironi demokrasi menurut para pakar. Tetapi sebuah keputusan yang baik
menurut publik.
Lalu apa
modal Yusril untuk bisa mendapat dukungan partai politik?
Yang pasti,
tim sukses Yusril sekarang sedang bekerja keras mencari dukungan. Yusril
sendiri dalam berbagai kesempatan berusaha eksis dengan melakukan berbagai aksi
sambil melontarkan pernyataan-pernyataan politik terkait DKI Jakarta.
Baru-baru
iniYusril Ihza Mahendera mengatakan, membenahi negara harus dimulai dari Ibu
Kota, karena tempat itu menjadi pintu gerbang dan simbol negara.
"Jika
Ibu Kota bagus maka negara bagus juga, jika tidak maka negara juga tidak, untuk
itulah saya ingin menjadi gubernur DKI Jakarta," kata Yusril dalam sebuah
dialog di Universitas Indonesia, Jumat (22/4).
Dia
mengatakan saat ini status Jakarta ada dua yaitu sebagai Ibu Kota dan sebagai
Daerah Khusus, yang artinya untuk menyelesaikan masalah di Jakarta, kadang
tumpang tindih kewenangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah DKI
Jakarta.
Dia
menginginkan suatu saat DKI Jakarta langsung berada di bawah pemerintah pusat
agar tidak lagi terjadi tumpang tindih.
Untuk itu,
dia ingin menyelesaikan masalah Jakarta antara lain kesenjangan pemerintah
pusat dengan daerah agar dapat menyelesaikan masalah banjir, sampah serta kemacetan.
Janji Dan
Fakta
Yusril masih
berjanji akan mengatasi masalah banjir, sampah dan kemacetan. Sedangkan Ahok
kini sedang bekerja keras mengatasi tiga masalah tersebut. Ahok sedang
membenahi Jakarta.
Dan cara yang
dipilih Ahok adalah dengan gaya kepemimpinan yang keras. Ahok mengaku
siap untuk tidak terpilih kembali dalam Pilkada DKI 2017, dengan
gaya kepemimpinannya yang keras dalam melakukan penertiban terhadap bangunan
warga yang berdiri di tempat ilegal.
Bahkan ia
meminta warga yang tidak suka dengan gaya kepemimpinannya untuk tidak mencoblos
dirinya dan mempersilakan warga untuk mencoblos bakal calon Gubernur lain
yang memiliki visi dan misi untuk mempertahankan bangunan liar di bantaran
kali, waduk, dan pesisir.
"Saya
pastikan masyarakat yang tinggal di tempat padat itu pasti akan saya gusur,
tahun ini akan banyak penggusuran, yang tinggal di sungai dan waduk, tepi
laut, itu pasti akan kami gusur," ujar Ahok, saat meresmikan RPTRA
Pademangan Timur kemarin.
Menurutnya,
dengan total 20 ribu unit rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) yang akan
dibangun Pemprov DKI Jakarta pada tahun ini, maka dirinya akan menggerakkan
penertiban pada tahun 2016.
"Kalau
memang tidak suka dengan cara saya memimpin, jangan pilih saya dalam Pilkada,
pilih saja Cagub lain yang tidak menggusur, saya sangat siap untuk tidak
menjadi Gubernur Jakarta lagi," tambah mantan Bupati Belitung Timur itu.
Ia mengaku
tidak suka dengan gaya bicara santun atau berbicara manis-manis di depan, namun
tidak terlihat hasil kerjanya, oleh sebab itu ia siap bila memang dibenci oleh
sejumlah kalangan karena gerakan perubahan yang ia buat di tubuh birokrasi
Pemprov DKI Jakarta.
"Jaman
ini sudah berubah, orang bukan benci sama Ahok karena kasar, tapi karena mereka
sudah tidak bisa korupsi, kalau anda perhatikan saya sekarang tambah ramping
karena setiap pagi latihan otot saja, saya lebih kurus, lemak itu hilang jadi
otot, jadi kalau ditonjok sama orang yang demo tahan," lanjutnya.
Ia juga mengingatkan
kepada seluruh perusahaan atau pengusaha untuk tidak pernah memberikan atau
menyogok pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta selama ia memimpin DKI
Jakarta karena setiap pejabat sudah difasilitasi dengan gaji dan tunjangan yang
cukup besar.
"Saya
baik kepada pengembang, asalkan pengembang juga baik sama masyarakat dengan
melaksanakan tanggung jawab sosialnya, tapi saya minta pengusaha jangan
kasih-kasih lagi uang ke pejabat, kalau diperas atau diancam sama pejabat, jual
nama saya saja, jangan ada yang minta-minta, tunggu Ahok gak jadi gubernur lagi
baru bisa kasih," kata Ahok.
Lebih
lanjut, Ahok meminta warga Jakarta tidak perlu merasa terbebani bila tidak
memilihnya dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.
Pasalnya
meski ada sejumlah kelompok yang tidak menyukai kepemimpinannya di Jakarta, ia
akan terus membenahi kota Jakarta menjadi Jakarta Baru yang beradab dan
manusiawi.
Laksamana
Cheng Ho ingin membenahi Jakarta, tetapi kita belum tahu bagaimana caranya. Mr
Ahok sudah dan sedang membenahi Jakarta.
Sekarang
berpulang ke warga DKI Jakarta, mau pilih calon gubernur yang sedang berjanji
atau yang sudah terbukti bekerja??? [Ant/C-7/L-8]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar