Reporter : Baiquni
| Jumat, 18 Maret 2016 20:01
Bocah itu punya idola, seorang pemain sepakbola profesional yang merumput di klub Real Madrid, Christiano Ronaldo. Saat dalam perawatan, Ahmed kerap melihat poster sang idolanya, berharap dapat bertemu dengan Ronaldo meski hanya sekali seumur hidup.
Kisah Ahmed tersebar luar di media sosial. Para pengguna media sosial tergerak membantu bocah mungil itu dengan mendesak agar manajemen klub papan atas dunia itu mengizinkan Ahmed bertemu dengan sang idola, salah satunya oleh Ketua Persatuan Sepakbola Palestina, Jibril Rajoub.
Menyadari begitu besar mimpi Ahmed, pelatih Real Madrid Zinedine Zidane menjawab desakan tersebut. Zidane dan seluruh anggota tim dengan senang hati menyambut Ahmed.
"Kami sudah diundang oleh Real Madrid, tapi kami tidak tahu kapan kami bisa bertemu dengan para pemain," ujar kakeh Ahmed, Hussein Dawabsheh.
Mimpi Ahmed menjadi kenyataan. Dia terbang ke Spanyol bersama kakeknya dan langsung disambut manajemen dan para pemain Real Madrid, termasuk Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale pada Kamis kemarin waktu setempat.
"Tim Real Madrid bertemu dan berfoto dengan dia dan memberinya kaos serta bola yang ditandatangani seluruh tim," ujar juru bicara Real Madrid.
"Lincah bergerak, anak itu berlari mengelilingi fasilitas stadion sebelum melihat sang idola," lanjut dia.
Setelah bertemu dengan para pemain di area latihan, Ahmed diizinkan berkeliling melihat seluruh bagian dari Stadion Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.
Ahmed menjadi korban serangan bom yang dilakukan oleh ektrimis Yahudi. Ayah, ibu, serta kakaknya meninggal dalam tragedi yang terjadi pada Juli 2015.
Sebelum pengeboman, keluarga Dawabsheh sempat pergi keluar rumah menghadiri sebuah hajatan dan baru kembali dini hari. Mereka kemudian mulai beristirahat.
Tanpa mereka sadari, dua orang mengenakan topeng mendobrak masuk ke dalam rumah mereka dan meletakkan bom. Bom itu meledak, membuat rumah keluarga Bawabsheh hancur serta menewaskan kedua orangtua dan kakak Ahmed.
Serangan tersebut memicu kecaman dunia lantaran bom meledak di rumah warga sipil yang jauh dari indikasi teroris. Ditambah lagi, para pelaku bukan merupakan militer melainkan ekstrimis Yahudi yang berasal dari Amerika Serikat.
http://www.dream.co.id/news/bocah-palestina-korban-serangan-bom-bertemu-christiano-ronaldo-160318x.html
Sumber: ibnlive.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar