Editor : Sandro
Gatra
JAKARTA, - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang
Yudhoyono menganggap ada pihak yang tidak senang dengan safari politik yang
dilakukannya "SBY Tour de Java".
Hal itu disampaikan SBY dalam akun Twitter-nya @SBYudhoyono,
menyikapi berbagai pemberitaan pascalangkah Presiden Joko Widodo meninjau
proyek pusat olahraga Hambalang, Jawa Barat.
Kunjungan Jokowi itu kemudian dikaitkan dengan safari SBY ke
berbagai daerah di Pulau Jawa.
Dalam tweet-nya, SBY mengaku tidak percaya anggapan bahwa
Jokowi ingin hancurkan "Tour de Java" dengan berkunjung ke Hambalang.
Presiden keenam RI itu mempertanyakan, mengapa agenda
dirinya bertemu dengan kader Demokrat dan rakyat mesti
dihancurkan"Aspirasi rakyat (yg muncul dlm Tour de Java SBY) bukan utk
dihancurkan, justru harus didengar. Bukankah pemimpin mesti mendengar?"
kata SBY.
SBY menegaskan, langkah pihaknya mendengarkan suara kader
Demokrat adalah hak dan kedaulatan partainya. Tak boleh ada pihak luar yang mencampuri.
Melihat respons berbagai pihak atas safari tersebut, SBY
merasa ada pihak yang 'kebakaran jenggot'.
"Itulah tujuan, kegiatan & hasil SBY Tour de Java.
Kenapa harus kebakaran jenggot? Lagi pula tak ada hukum yg dilanggar,"
kata SBY.
Berbagai pihak menganggap kunjungan Jokowi ke Hambalang
merupakan respons atas pernyataan SBY dalam "Tour de Java".)
Dalam rangkaian "Tour de Java", tepatnya di Pati,
Rabu (16/3/2016), SBY mengungkapkan bahwa pemerintah sebaiknya tidak menguras
anggaran di sektor infrastruktur.
Apalagi, kondisi ekonomi tanah air sedang lesu.
"Yang mengerti ekonomi kalau pajak dikuras habis ekonomi justu tidak tumbuh.
Yang penting yang wajib pajak jangan mangkir. Jangan digenjot habis-habisan,
apalagi saat kondisi ekonomi sedang sulit, maka perusahaan bisa bangkrut dan
yang susah makin susah. Ekonomi sedang lesu, maka pajak harus pas," ujar
SBY.
"Saya mengerti bahwa kita butuh membangun
infrastruktur. Dermaga, jalan, saya juga setuju. Tapi kalau pengeluaran
sebanyak-banyaknya dari mana? Ya, dari pajak sebanyak-banyaknya. Padahal,
ekonomi sedang lesu," lanjut dia.
SBY pun meminta pemerintah mengurangi belanja infrastruktur
dengan menundanya untuk dikerjakan pada
tahun mendatang.
"Kalau ekonomi sedang lesu, dikurangi saja pengeluarannya.
Bisa kita tunda tahun depannya lagi, enggak ada keharusan harus selesai tahun
ini. Indonesia ada selamanya. Sehingga jika ekonomi lesu, tidak lagi bertambah
kesulitannya. Itu politik ekonomi," ujar dia.
Jokowi sedih di Hambalang
Dua hari setelah kritik SBY, Jokowi tiba-tiba meninjau
proyek pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Proyek tersebut dibangun pada era SBY. Jokowi membawa serta
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP, Menteri Pemuda dan
Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki
Hadimujono.
Jokowi mengaku sedih melihat kondisi proyek pusat kegiatan
olahraga di Hambalang yang mangkrak pembangunannya.
Kesedihan itu diungkapkan Jokowi di akun Twitter-nya
@Jokowi, Jumat pukul 13.31 WIB.
"Sedih melihat aset Negara di proyek Hambalang
mangkrak. Penuh alang-alang. Harus diselamatkan," tulis Jokowi.
Sementara, kepada wartawan di lokasi blusukan-nya itu,
Jokowi menekankan perlu dilakukan penyelamatan proyek tersebut sebagai aset negara.
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2016/03/22/10411111/SBY.Merasa.Ada.yang.Kebakaran.Jenggot.Menyikapi.Tour.de.Java.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar