Tokoh Militer dan politisi
Indonesia Letjen (Purn) Suryo Prabowo menanggapi ramainya komentar netizen
terkait pernyataannya yang mengingatkan Ahok dan pendukungnya agar berhati-hati
menghadapi Pilkada DKI 2017.
Mantan Kepala Staf Umum TNI ini
sebelumnya menulis di postingan akun facebooknya tentang sejarah kelam
pembantaian etnis Tionghoa di Nusantara yang telah beberapa kali terjadi.
Menurutnya hal tersebut mungkin saja dapat terulang jika perilaku orang-orang Tionghoa
di Indonesia tidak menjaga harmoni dalam kebhinnekaan. Selengkapnya Baca:
Ingatkan Ahok, Suryo Prabowo: Kalau sayang dengan etnis
Tionghoa, jangan sok jago ketika berkuasa
Berikut ini kelanjutan dari
pernyataan Pak Suryo Prabowo tersebut:
Saya pencinta NKRI ...
dan SAHABAT semua suku bangsa dan
etnis WNI, termasuk TIONGHOA.
Itu diantaranya karena, almarhum
ayah saya dan teman-temannya yg Tentara '45, dalam perang kemerdekaan melawan
penjajah di Jawa Tengah, hampir seluruh logistiknya didukung oleh saudagar
Tionghoa. Distribusi logistik TNI ketika beroperasi di Timor Timur pun sebagian
besar menggunakan saudagar Tionghoa.
Tau gak kalau penduduk 'pribumi'
yg menjadi karyawan Perusahaan milik warga Tionghoa jumlahnya jauh LEBIH BANYAK
daripada PNS yg bekerja di kantor pemerintah. Jadi menurutku wajar bila saya
tidak mau kalau warga TIONGHOA yg baik-baik jadi korban kelakuan orang-orang yg
tidak bertanggung-jawab yg memprovokasi terjadi amuk massa.
Oleh sebab itu beberapa saat lalu
saya mengingatkan (BUKAN MEMPROVOKASI) kepada ... entah itu #TemanAhok #KawanAhok atau siapapun
PENCINTA #Ahok supaya menghentikan kampanye yg berbau SARA, dan menghentikan
kampanye yg dgn arogan MENANTANG sistem POLITIK dgn mengadu anggota partai vs
kelompok independen pendukung #Ahok. Kampanye kalian seperti itu justru
MEMPROVOKASI terjadinya KONFLIK HORISONTAL antar kedua pihak yg pro dan kontra
#Ahok.
Sekali lagi saya cuma
MENGINGATKAN adanya ...
SKENARIO TERBURUK
yg mungkin bisa terjadi ...
Bila ditahun 2017 nanti Ahok
terpilih jadi Gubernur DKI Jakarta. Sangat mungkin pendukungnya eforia, dan
bisa jadi Ahok makin "sok jago". Bagaimana tidak ? Lha wong baru jadi
gubernur karena dapat "muntahan" dari pak Jokowi yang jadi presiden
saja, dia sudah sok jago seperti sekarang.
Situasi seperti itu bisa membuat
"pribumi" dan kelompok muslim marah. Lalu terjadi akumulasi kemarahan
akibat invasi buruh dari Negara China, dan keberpihakan pemerintah terhadap
"modal" dari Negara China yang akan memicu terjadinya AMUK MASSA
terhadap etnis Tionghoa di Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Sehingga menimbulkan
kerugian dan korban jiwa yg masif tidak hanya dari etnis Tionghoa saja.
Ujung-ujungnya nanti yang
disalahkan dan dituduh melakukan PELANGGARAN HAM adalah TNI/Polri karena
dinilai melakukan PEMBIARAN.
Kondisi seperti itu tentu bisa
dijadikan alasan bagi " dunia", terutama AS cs dan negara China,
untuk melakukan operasi militer di wilayah NKRI dengan judul "Humanitarian
Intervention".
Tentara AS cs punya alasan karena
'keterpanggilan' untuk melindungi HAM, dan Tentara China beralasan melindungi
keselamatan jiwa warganya yg bekerja sebagai buruh dan menjaga aset-asetnya yg
telah tertanam di Indonesia.
Akhirnya yang terjadi kemudian
adalah ... ?!?
NB: Pelajari kasus 'perang
saudara' yg terjadi di Afghanistan dan Suriah, jangan sampai itu terjadi di
Indonesia !



Tidak ada komentar:
Posting Komentar