Red: Bilal
Ramadhan
LONDON -- Pada suatu pagi gelap dua tahun lalu, petempur ISIS
merebut Kota Yazidi, Sinjar, di Irak barat laut, menculik ribuan warga,
termasuk seorang anak perempuan berusia 15 tahun, dan 27 anggota keluarganya.
Seorang remaja bernama
Nihad Barakat Shamo Alawsi dibawa ke Suriah dan kemudian ke markas ISIS di
Mosul, Irak utara, katanya dalam acara di London, Rabu (9/3).
"Mereka
memperkosa kami, membunuh warga kami, mengambil bayi kami, dan membawanya jauh
dari kami," kata Alawsi, yang sekarang berusia 17 tahun, pada acara yang
diselenggarakan Yayasan AMAR yang bermarkas di Inggris, badan amal penyedia pendidikan
dan kesehatan di Timur Tengah.
"Hal terburuk
adalah penyiksaan di Mosul. Kami dipukuli dan diperkosa terus-menerus selama
dua pekan," katanya berbicara melalui penerjemah. "Anak-anak
perempuan diambil dari keluarga mereka dan diperkosa terus-menerus dan kemudian
mereka diserahkan kepada 'amir'."
ISIS menangkap sekitar
5.000 perempuan dan laki-laki komunitas Yazidi pada musim panas 2014. Sekitar
2.000 orang berhasil melarikan diri atau diselundupkan keluar dari khalifah
ISIS di Irak dan Suriah, kata pegiat.
Pasalnya, kelompok
ISIS menganggap Yazidi menjadi jemaat setan. Kepercayaan Yazidi kuno memadukan
unsur Kristen, Zoroastrianisme, dan Islam. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)
mengatakan, ISIS masih menahan sekitar 3.500 orang tawanan di Irak, kebanyakan
dari mereka perempuan dan anak perempuan dari komunitas Yazidi.
Alawsi mengatakan,
seorang lelaki yang membawanya sebagai budak meninggal beberapa pekan kemudian,
dan dia dijual ke lelaki lain yang telah mempunyai seorang istri dan budak seks
Yazidi lainnya. Lelaki itu memukul dan memperkosa Alawsi dan sebulan kemudian
dia hamil.
"Saya pikir anak
yang saya bawa adalah anggota Daesh dan akan menjadi seorang penjahat Daesh
ketika tumbuh dewasa," kata Alawsi dengan tenang, menggunakan nama Arab
yang merendahkan ISIS.
Alawsi melahirkan
seorang bayi laki-laki, tapi tiga bulan kemudian dia berhasil melarikan diri
setelah ayah bayi memutuskan untuk menikahkannya dengan sepupunya. Sebagian
besar penduduk Yazidi, sekitar setengah juta jiwa, mengungsi ke kamp-kamp di
Kurdistan, Irak utara.

Hal terburuk adalah penyiksaan di Mosul. Kami dipukuli dan diperkosa terus-menerus selama dua pekan.
BalasHapushttp://www.bolavita.net/www-ace222-com-link-sbobet-tanpa-diblokir-2016