ANANDA TERESIA
Menurut dia, pemerintah masih terus mengupayakan membebaskan para sandera.
"Kami tidak pernah berkompromi dengan hal-hal yang seperti itu. Jadi tidak ada urusan sama yang namanya uang dan tebusan," kata Jokowi di Istana Negara, Selasa, 26 April 2016.
Presiden menjamin hingga kini seluruh sandera masih dalam kondisi baik. Pemerintah, kata dia, terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina maupun kelompok Abu Sayyaf dalam upaya membebaskan sandera.
"Komunikasi terus kami lakukan, baik dengan pemerintah Filipina maupun dengan yang menyandera. Kami harapkan ini bisa segera diselesaikan dengan mereka," katanya.
Jokowi mengatakan hingga saat ini Indonesia tidak bisa masuk ke kawasan Filipina untuk ikut dalam upaya pembebasan. Militer Indonesia, kata dia, membutuhkan izin jika ingin masuk ke wilayah Filipina.
"Pemerintah (Filipina) juga harus mendapatkan persetujuan dari parlemen. Ini memang sangat menyulitkan kita," katanya.
Kelompok Abu Sayyaf diduga bertanggung jawab atas penyanderaan kapal tunda (tug boat) Henry dan kapal tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina pada Jumat lalu.
Dalam penyanderaan sepuluh WNI akhir Maret lalu, kelompok tersebut menuntut tebusan hingga 50 juta peso (Rp 14,3 miliar). Pemerintah Indonesia menolak terlibat dalam pemenuhan tebusan itu.
http://u.msn.com/id-id/berita/nasional/jokowi-tetap-tolak-bayar-uang-tebusan-sandera-abu-sayyaf/ar-BBsglbJ?li=AAfukE3&ocid=wispr

Tidak ada komentar:
Posting Komentar