Penegasan itu disampaikan mantan Kepala Staf Umum (KASUM)
TNI Letjen (purn) Suryo Prabowo di akun Facebook. “Di DKI Jakarta kita sedang
perang melawan korupsi dan kesewenang-wenangan gubernur yang bertindak sebagai
diktaktor menggusur rakyat miskin,” tulis Suryo Prabowo
Saat ini, rakyat Indonesia, khususnya warga ibu kota Jakarta
sedang “berperang” melawan rezim pencitraan dan Gubernur DKI Jakarta yang
diktator dan sewenang-wenang.
Penegasan itu disampaikan mantan Kepala Staf Umum (KASUM) TNI Letjen (purn) Suryo Prabowo di akun Facebook. “Di DKI Jakarta kita sedang perang melawan korupsi dan kesewenang-wenangan gubernur yang bertindak sebagai diktaktor menggusur rakyat miskin,” tulis Suryo Prabowo.
Prabowo juga menegaskan, rakyat Indonesia juga sedang melawan kebohongan dan pencitraan. “Di Indonesia kita sedang perang melawan kebohongan, pencitraan dan narkoba,” tegas Prabowo.
Menurut Suryo Prabowo, berperang tidak harus dengan menggunakan senjata atau kontak fisik. “Perang juga bisa diartikan dengan keinginan yang kuat untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu kita harus sadar bahwa Indonesia dalam keadaan perang,” jelas mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini.
Terkait hal itu, rakyat dihadapkan pada dua pilihan. Yakni, hanya sebagai penonton atau aktif “berperang”.
Dan di setiap peperangan akan selalu ada yang berlaku sebagai pejuang maupun penghianat.
Andaipun jadi penghianat mbokya jadi penghianat yang cerdas..artinya ada keuntungan yang di dapat dari mnjadi penghianat dan penjilat. Klo yang berkeliaran di dunia maya...dengan komentr2 gag jelas dan asal Njeplak..itu penghianat yang tidak sadar dengan apa yang di lakukan.
Menggemaskan..!!!
Penegasan itu disampaikan mantan Kepala Staf Umum (KASUM) TNI Letjen (purn) Suryo Prabowo di akun Facebook. “Di DKI Jakarta kita sedang perang melawan korupsi dan kesewenang-wenangan gubernur yang bertindak sebagai diktaktor menggusur rakyat miskin,” tulis Suryo Prabowo.
Prabowo juga menegaskan, rakyat Indonesia juga sedang melawan kebohongan dan pencitraan. “Di Indonesia kita sedang perang melawan kebohongan, pencitraan dan narkoba,” tegas Prabowo.
Menurut Suryo Prabowo, berperang tidak harus dengan menggunakan senjata atau kontak fisik. “Perang juga bisa diartikan dengan keinginan yang kuat untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu kita harus sadar bahwa Indonesia dalam keadaan perang,” jelas mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini.
Terkait hal itu, rakyat dihadapkan pada dua pilihan. Yakni, hanya sebagai penonton atau aktif “berperang”.
Dan di setiap peperangan akan selalu ada yang berlaku sebagai pejuang maupun penghianat.
Andaipun jadi penghianat mbokya jadi penghianat yang cerdas..artinya ada keuntungan yang di dapat dari mnjadi penghianat dan penjilat. Klo yang berkeliaran di dunia maya...dengan komentr2 gag jelas dan asal Njeplak..itu penghianat yang tidak sadar dengan apa yang di lakukan.
Menggemaskan..!!!
D.Djati : https://plus.google.com/u/0/photos/photo/114539379588371630629/6278419844364143826

Tidak ada komentar:
Posting Komentar