Ancaman bangsa sekarang sudah masuk dalam sendi-sendi kehidupan diantaranya paham-paham radikal, terorisme, tayangan-tayangan media yang memperlihatkan kekerasan yang merupakan rekayasa sosial. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan Kuliah Umum dihadapan ribuan Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Lampung (Unila), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan unsur Pemda Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung, di Gedung Serba Guna Unila, Lampung, Rabu(27/4)
“Masyarakat kita yang tadinya santun, gotong royong dan rukun, tiba-tiba menjadi berubah sampai terjadi pembunuhan sadis, perkelahian antar suku, agama dan antar kelompok warga. Bahkan yang sangat memprihatinkan adalah terjadinya 22 kasus dalam tiga tahun yaitu pembakaran kampus yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini merupakan bentuk ancaman dari tangan-tangan jahat yang tidak terlihat merekayasa semuanya,” tambah Panglima TNI.
Dalam pembekalan yang bertema “Dalam
Perjuangan Menuju Indonesia Raya Peran Civitas Akademika Sangat Strategis”
Panglima TNI menjelaskan bahwa, Indonesia tengah mewaspadai penyebaran Proxy
War. Salah satu jenis peperangan ini masuk ke kategori perang yang mematikan.
Proxy War diartikan sebagai peristiwa saling adu kekuatan di antara dua pihak
yang bermusuhan, dengan menggunakan pihak ketiga. Pihak ketiga ini dijelaskan
sebagai pihak yang tidak dikenal oleh siapapun, kecuali pihak yang
mengendalikannya dari jarak tertentu. Oleh karena itu, pihak-pihak seperti
mahasiswa, ormas, lembaga masyarakat, dan perorangan disinyalir mudah menjadi
boneka atau pihak ketiga tersebut.
“Saat ini sudah terasa yakni
adanya Proxy War sudah mulai kita waspadai karena sudah menyusup ke sendi-sendi
kehidupan berbangsa, bernegara dan berkeluarga. Caranya dengan menguasai media
di Indonesia, dengan menciptakan adu domba TNI-Polri, rekayasa sosial,
perubahan budaya, pemecah belah partai dan penyelundupan Narkoba sudah
jauh-jauh hari dilakukan,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Guna mengatasi permasalahan
tersebut, menurut Panglima TNI maka semua komponen bangsa harus membekali diri
dengan ilmu pengetahuan yang cukup, keahlian sesuai bidangnya, menempa diri
dengan pengalaman yang nyata di lapangan. Dengan demikian akan terbentuk
karakter individu bangsa Indonesia yang kuat dan berwawasan kebangsaan. Pada
akhirnya, dengan kekuatan karakter individu yang kuat tersebut, bangsa
Indonesia akan mampu melawan dan menghancurkan Proxy War di Indonesia.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot
Nurmantyo menegaskan, agar kita tidak menyerah terhadap semua ancaman, sebab
kita memiliki modal geografi dengan potensi menjadi negara agraris yang
berkelimpahan sumber daya alam. Sebagai negara maritim, kita memiliki sumber
daya alam kelautan yang melimpah. Jika kedua potensi tersebut dikelola dan
dikembangkan, maka akan menjadi daya tawar yang sangat besar bagi bangsa
Indonesia.
“Keyakinan saya, para pemuda-lah
yang harus menjadi motor penggerak pemersatu dan kemajuan bangsa. Raihlah
mimpimu, ajaklah teman-temanmu meraih mimpi bersama-sama dalam mewujudkan
Indonesia yang jaya,” pungkas Panglima TNI.
Turut serta dalam acara tersebut
diantaranya, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington, Aspers
Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho
Prang Sumadi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto dan Kapuspen TNI Mayjen TNI
Tatang Sulaiman. [pembawaberita]
http://www.pos-metro.com/2016/04/panglima-tni-ancaman-bangsa-sudah.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar